Mulai bergerak, Sahabat Anna bakal jaring ribuan pemuda di Kota Metro

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Metro Lampung – Jelang Pilkada mendatang di Kota Metro yang di jadwalkan jatuh pada 9 Desember 2020 mendatang, relawan pemenangan Bakal Calon (Balon) Wali dan Wakil Walikota Metro Anna Morinda dan Fritz Akhmad Nuzir mulai bergerak.

Ratusan relawan yang menamai dirinya Sahabat Muda Anna (SMA) bakal menjaring ribuan pemuda di Bumi Sai Wawai.Hal ini disampaikan kepada media usai rapat terbatas pengurus SMA di Jl. Flores, Ganjar Agung, Metro Barat, Selasa (2/6/2020 ).

Jefri Lovi,selaku Ketua SMA menjelaskan,bakal melakukan penjaringan relawan secara terstruktur dan masif dengan memanfaatkan media daring.

“Metode penjaringan melalui kampanye virtual dan pendekatan persuasif kepada para pemuda yang menginginkan perubahan.Misi mandiri, solid dan bergerak, itulah komitmen perjuangan dari para pemuda SMA. Kita telah sepakat memantapkan pilihan untuk memenangkan Anna Morinda dan Fritz Akhmad Nuzir, semua ini demi cita-cita kami yang menginginkan Metro lebih baik, lebih ramah dan lebih modern,” ucapnya.

Dirinya mengaku, gerakan relawan yang terbentuk sejak 20 Februari 2020 lalu itu berfokus pada edukasi dalam menjaring kader relawan dan tidak meminta imbalan apapun dari kandidat.

“Gerakan ini murni inisiasi para pemuda Metro, dan kita bergerak mandiri. Kita menyasar ke ribuan pemilih pemula dan muda yang belum dan telah masuk DPT. Karena anak muda di Metro hari ini membutuhkan perubahan yang lebih baik dimasa mendatang, dan gerakan ini hadir untuk bersama melawan money politik. Kita tunjukan kepada semua kalangan, bahwa uang itu tidak dapat membeli pemuda, khusunya di Metro,” kata Jefri.

Sementara itu,Anna Morinda bakal calon Walikota Metro mengapresiasi langkah para pemuda SMA.Menurutnya, kehadiran SMA dalam barisan relawan Anna-Fritz memberikan semangat baru dalam membangun Metro lebih baik kedepan dan pergerakan tanpa menjanjikan uang maupun pemberian sesuatu tersebut dinilai ampuh dalam menekan angka money politic.

“SMA tidak menjual visi ataupun janji. SMA hanya ingin para pemuda metro terus membangun relasi,kolaborasi untuk mengawal pembangunan di kota Metro.Selama ini tidak bisa pungkiri dari tahun ke tahun stigma di masyarakat kontestasi pilwakot dimenangkan dengan cara money politics dan itu tantangan terbesar. Tapi sejauh ini pemuda sudah mulai sadar, bahkan jengah dengan pola yang sudah terbentuk. Belum lagi tantangan kedepan kalo ada calon lain yg memainkan politik identitas, mereka hadir untuk melawan itu, karena menurutnya relasi dan kolaborasi terbangun dari keberagaman, dan Anna-Fritz mengapresiasi langkah itu,” jelas Anna.

 

 

Reporter : Muktaridi / rilis

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *