Terkait kanal You Tube, Sekwan DPRD Kota Metro : Intinya informasi yang disebarkan tidak benar

  • Whatsapp
Budiyono,Sekwan DPRD Kota Metro bersama tim kuasa hukum saat jumpa pers, Senin (1/6) foto : Muktaridi Mitrapol

MITRAPOL.com, Metro Lampung – Terkait adanya pemberitaan tentang Sekertariat DPRD Kota Metro yang kurang baik pada medsos di kanal you tube yang berjudul “Jurus Pamungkas Budiyono Kuras Anggaran”.

Hadir dalam jumpa pers, Sekwan DPRD Kota Metro, Budiyono didampingi Kepala Bagian Umum Ade Erwinsyah serta Tim Pengacara Hukum Eni Mardiyantari Cs, yang berlangsung di ruang OR DPRD setempat, Senin (1/6/20).

Budiyono selaku Sekwan DPRD Kota Metro menjelaskan,pemberitaan tersebut sangat merugikan dirinya dan keluarga.Apalagi dirinya belum pernah di konfirmasi oknum tersebut.

“Adanya konten di medsos You tube maupun Facebook yang telah merugikan saya.Kabar itu muncul berulang dengan judul- judul berbeda dan menampilkan foto saya serta Wakil Ketua DPRD Anna Morinda. Saya selaku Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kota Metro selama ini tidak pernah di konfirmasi.Justru ini telah menggiring opini dan mengada-ada,” jelas Budiyono.

Ditambahkannya,bahwa berawal dari pencairan MoU media sejak bulan Maret dan April 2020 kemarin. Sejak 2017 Sekretariatan DPRD telah bekerjasama (MoU) Media online dimaksud yang kini memiliki kanal Youtube. Sedangkan aturan tentang keuangan dan kerjasama harus mengacu pada Standar Satuan harga (SSH). Hal ini sudah dijelaskan kepada pihak bersangkungtan, akan tetapi tetap merasa tidak terima yang kemudian menarik kontrak kerjasama (MoU)nya.

“Muncul berita-berita yang menuding dan menyudutkan pihak Sekretariatan DPRD Kota Metro tanpa ada konfirmasi, justru sebaliknya pihak Sekretariatan DPRD yang melakukan klarifikasi.Intinya informasi yang disebarkan tidak benar dan kami ada dasarnya.Semua pelaksanaan kegiatan telah sesuai pembayaran MoU atas sistem SSH berdasarkan Perwali No: 42/2019.Selain itu anggaran telah di audit Insektorat selaku APIP dan BPK, hasilnya semua tidak ada masalah,” tambahnya.

Atas permasalahan ini,pihaknya bersama tim kuasa hukum telah melaporkan kejadian ke Mapolresta Metro dengan laporan Nomor : STTPL/217-B/V/2020/LPG/RES Metro tanggal 20 Mei 2020, atas dugaan pelanggaran terhadap pasal 27 ayat (3) UU No: 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Juncto Pasal 310 dan 311 KUHPidana.

 

 

Reporter : Muktaridi

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *