Dilarang ikut audiensi, Musa Weliansyah meluncur ke Polda Banten lengkapi berkas laporan

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Lebak- Musa Weliansyah Anggota DPRD dari Fraksi PPP tidak hadir dalam audiensi Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) bersama DPRD Kabupaten Lebak yang digelar pada Rabu, (3/5) kemarin.

Dalam keterangan Persnya, Musa Weliansyah mengirimkan pesan Via Aplikasi Whats App kepada mitrapol.com sekaligus memberikan informasi bahwa ketidak hadirannya dalam audiensi tersebut dengan alasan tidak mendapatkan undangan baik secara lisan maupun surat dari ketua DPRD Lebak.

Selain itu, sebagai anggota DPRD, dirinya harus taat dan patuh terhadap pimpinan Fraksi PPP Maman Sudirman S.sos yang meminta agar ia tidak hadir dalam audiensi yang digelar di Gedung Paripurna DPRD Kabupaten Lebak Rabu (3/6) kemarin. Tentu saja demi memperhatikan keselamatan anggota Fraksinya

Karena kedua alasan tersebut, Musa Weliansyah memutuskan mendatangi Sub Dit V Siber Dit Res Krimsus Polda Banten guna melengkapi berkas Laporan Pengaduan (Lapdu) terkait dugaan provokasi dan pengancaman yang diduga telah dilakukan oleh oknum pengurus Apdesi Kabupaten Lebak.

“Saya tidak hadir mengikuti audiensi selain tidak mendapat undangan dari Pimpinan DPRD juga dilarang keras untuk mengikuti audiensi tersebut oleh ketua Fraksi khwatir sesuatu yang tidak diharapkan bisa saja terjadi, padahal saya sudah hadir dari jam 08:00 sampai jam 11:30 WIB di Gedung Dewan namu karena dilarang hadir maka saya memutuskan meluncur ke Polda Banten untuk melengkapi berkas aduan saya disana sampai pukul 17:00 sore,” ungkap Musa.

Dihubungi secara Terpisah, Ketua DPRD Lebak Dindin Nurohmat SE, menjelaskan kepada mitrapol.com saat dikonfirmasi melalui nomor kontak Hanphonenya, dirinya mengatakan bahwa audiensi itu atas surat permohonan audiensi dari Apdesi Kabupaten Lebak yang diajukan kepada DPRD dan penyampaian aspirasinya adalah terkait postingan di Sosial Media dari seorang anggota DPRD Musa Weliansyah

“Aspirasi Apdesi telah kami terima namun perlu digaris bawahi bahwa aspirasi yang disampaikan ditujukan untuk Badan Kehormatan Dewan (BKD) Tentu kami juga akan mengkaji dan meneliti substansi pokok persoalan begitupun BKD akan menelaah secara objektif dan profesional,” terang Ketua DPRD Lebak.

Ketidak hadiran Musa Weliansyah dalam audiensi lantaran ada kepentingan lain dan keberadaannya di polda banten itu bukan masalah lantaran Apdesi hanya menyampaikan aspirasi agar diketahui Pimpinan DPRD.

“Aspirasi Apdesi langsung dibahas dengan Badan Kehormatan Dewan (BKD) untuk dikaji isi postingan Musa Weliansyah yang dilaporkan oleh Apdesi,” ujar Dindin

Senada dengan Ketua Apdesi Kabupaten Lebak Bedah Khaerunisa mengatakan jika kedatangannya adalah untuk mengadukan dugaan pelanggaran etik seorang anggota DPRD liwat postingan di media sosial menuding oknum Pemerintah Desa melakukan kecurangan dan penyelewengan penyauran Bantuan Sosial Tunai (BST)

“Kedatangan kami (Apdesi-Red) untuk menyampaikan aduan atas postingan Musa Weliansyah di sosial media yang seolah mendiskreditkan Kepala Desa dan Perangkat Desa kepada Badan Kehormatan Dewan melalui audiensi,” pungkasnya

Sementara Ketua Ormas Badak Banten Eli Sahroni mengaku sangat menyayangkan audiensi Apdesi bersama DPRD Lebak ini digelar tanpa meperhatikan protokoler kesehatan (Social Distancing)

“Seharusnya audiensi berjalan sesuai makumat Kapolri dan anjuran pemerintah, apalagi mereka sebagai pejabat publik sepatutnya memberikan contoh yang baik kepada Masyarakat Lebak,” tutup Eli Sahroni

 

 

Reporter : Ubay Pol

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *