Terapkan Pra New Normal, Penerbangan Pesawat mulai dibuka di Timika

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Timika – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika, Papua mulai menerapkan Pra New Normal atau menuju pada kehidupan baru dalam menghadapi sebaran virus corona dijadwalkan selama 14 hari terhitung tanggal 5 hingga 18 Juni 2020.

Salah satu poin yang telah disepakati didalam Pra New Normal yang intinya adalah Bandara dan Pelabuhan akan dibuka kembali untuk dilakukan penerbangan dan pelayaran di wilayah Kabupaten Mimika.

Olehnya itu, didalam kesiapan menghadapi Pra New Normal pada Jumat (5/6), Dinas Perhubungan (Dishub) Mimika akan melakukan rapat bersama dengan pihak maskapai yang ada di Kabupaten Mimika untuk mengatur jadwal penerbangan.

Sesuai Instruksi Bupati Mimika, Eltinus Omaleng bahwa trnasportasi udara diijinkan 2 kali penerbangan dalam seminggu.

Kadishub Mimika, Yan Slamet Purba

“Kita akan melakukan rapat besok (Jumat, (5/6)-Red) bersama pihak maskapai untuk mengatur jadwal penerbangannya,” kata Kadishub Mimika, Yan Slamet Purba kepada wartawan, di Hotel Grand Mozza, Kamis (4/6).

Dirinya menyebutkan, di Kabupaten Mimika terdapat 3 maskapai. Diantaranya maskapai Garuda, Sriwijaya dan Batik Air.

Terkait jumlah penumpang kata Yan, diharuskan mengikuti protokol kesehatan Covid-19. Yakni jumlah penumpang maksimal 50 persen dari maskapai yang diberi ijin terbang.

“Jumlah penumpang harus setengah dari kapasitas maskapai yang diterbangkan,” terangnya.

Namun demikian, Kadishub Mimika menyatakan, pihaknya membuka layanan penerbangan menyesuaikan dengan jadwal penerbangan di Sentani Jayapura, Provinsi Papua.

Sebelumnya, pada Rabu, (3/6) kemarin, Pemerintah Provinsi Papua telah memutuskan untuk mengambil kebijakan khusus bagi transportasi laut maupun udara dalam mengangkut penumpang dari dan ke wilayah Papua dengan menerapkan standar protap Covid-19.

Dimana Kapal laut direncanakan kembali beroperasi pada tanggal 08 Juni dan disusul dengan penerbangan pesawat pada 10 Juni 2020 mendatang.

Namun khusus rute Papua – Jakarta dan Jakarta – Papua dibatasi penerbangan hanya satu pesawat dalam satu hari terbang.

Selain itu, penumpang yang berangkat juga dibatasi hanya 50 persen dari kapasitas angkut pesawat yang diijinkan.

 

 

Reporter : AQM

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *