Nelayan Desa Teluk Labuan pertanyakan Dana Siping

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Pandeglang – Sejumlah Nelayan dari Desa Teluk, Kecamatan Labuan mengeluhkan dana tabungan nelayan, atau yang disebut simpanan irang pinggiran (Siping) yang belum dibagikan hingga saat ini, Jum’at (5/6/2020).

Dana yang bersumber dari hasil transaksi penjualan ikan nelayan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Labuan 1 (satu) ini sekarang disoal dan dipertanyakan.

Dari hasil transaksi penjualan ikan tersebut Nelayan di potong 5 persen, 3 persen untuk pendistribusian lelang atau penghasilan asli daerah (PAD) dan yang 2 persen masuk ke tabungan nelayan yang biasa dibagikan setiap satu tahun sekali menjelang lebaran.

Kegiatan ini biasa dilakukan dengan rutin tiap tahun dan diberikan oleh pihak TPI setempat kepada pihak nelayan bila waktunya sudah tiba menjelang Hari Raya Idul Fitri.

“Namun untuk tahun ini sugguh sangat mengherankan, sampai selesai Hari Raya Idul Fitri belum juga dibagikan,” ujar salah seorang Nelayan.

Nelayan Desa Teluk berinisial AN dan SD, kepada awak media Mitrapol.com mengatakan bahwa merasa management di pelelangan TPI Labuan Satu, sudah dua tahun ini bisa di bilang sangat kacau dan tidak dimengerti oleh kami sebagai nelayan, tanpa ada keterangan yang jelas atau tidak adanya transparasian ke peserta lelang, akibatnya dampak ke Nelayan, terutama anak buah kapal (ABK), jelas mereka.

Masih kata AN dan SD, padahal ABK selalu berharap penuh dan selalu mengandalkan dari dana simpanan irang pinggiran (Siping) jelnag Hari Raya Idul Fitri untuk memenuhi kebutuhan keluarga di hari raya, apalagi sekarang di tengah pandemi wabah covid 19 maka kami benar-benar sangat mebutuhkannya.

Tapi dengan kejadian ini sangat di sayangkan kami merasa kecewa terhadap Kepala TPI Labuhan Satu, Didin, karena tidak bisa membagikan dana tersebut terhadap kami ABK seperti tahun sebelumnya, ini ada apa dan kenapa, lalu uangnya kemana, ucapnya.

Sementara itu Didin selaku kepala TPI Labuan Satu, saat di konfirmasi awak media Mitrapol.com di kantornya membantah, dan mengatakan bahwa sebetulnya dana simpanan irang pinggiran (siping) untuk para nelayan sudah saya bagikan sesudah Hari Raya, tapi memang hanya separuh, pungkasnya.

 

 

Reporter : Heru

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *