Perjanjian jual beli gas terhenti, Pemprov Kaltara dorong PHENC bernegosiasi dengan PT KMJ

  • Whatsapp
Gubernur Kaltara, Dr H Irianto Lambrie saat mengikuti pertemuan virtual dengan jajaran direksi PT KMJ dan PT PHENC, Rabu (3/6). Sumber Humas Kaltara

MITRAPOL.com, Tanjung Selor – Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie menggelar pertemuan secara Virtual dengan jajaran direksi PT. KMJ, Rabu (3/6). Dalam pertemuan tersebut Gubernur Kaltara melaporkan bahwa perjanjian jual beli gas (PJBG) PT. KMJ dan PT. Pertamina Hulu Energy Nunukan Company (PHENC) terhenti karena adanya persoalan dengan pihak PT. Pertamina (Persero) selaku induk perusahaan PHENC terkait dengan persentase saham dalam investasi tersebut.

Menyikapi terhambatnya rencana investasi pembangunan kilang methanol senilai Rp 10 triliun lebih di Pulau Bunyu oleh PT Karya Mineral Jaya (KMJ), Pemprov Kaltara segera akan bersurat ke Menteri ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral), Menteri BUMN (Badan Usaha Milik Negara), dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI.

Gubernur mengatakan, Pemprov Kaltara mengetahui bahwa niat PT MKJ sangat serius untuk merealisasikan investasinya. Untuk itu, pemprov akan tetap mendorong pelaksanaan negosiasi harga gas WK Nunukan antara PT KMJ dengan PHENC segera dilanjutkan kembali.

“Maka dari itu, Saya akan bersurat ke Menteri BUMN, Menteri ESDM, Kepala BKPM RI, termasuk ke Ibu Dirut Pertamina sebagai bagian dari fasilitasi rencana investasi tersebut. Kita juga akan tembuskan ke Menko Kemaritiman dan Investasi dan Kepala Staf Presiden,” kata Gubernur dalam pertemuan virtual tersebut.

Kaltara sangat berkepentingan dalam rencana investasi ini. Bukan hanya soal daerah penghasil. Namun investasi itu dapat menyerap 3-4 ribu pekerja lokal selama proyek berlangsung.

Gubernur beranggapan keinginan PT. Pertamina (Persero) untuk ikut masuk sebagai pemegang saham dalam investasi ini, tidak sepatutnya sampai menghentikan pelaksanaan negosiasi harga gas WK Nunukan. Apalagi Pemprov Kaltara dan Pemkab Bulungan telah memberikan rekomendasi dan fasilitasi perizinan yang diperlukan PT. KMJ.

“Saya berharap dengan komunikasi dengan Menteri BUMN, Menteri ESDM, Kepala BKPM, penyelesaian hambatan yang terjadi dalam proses pembangunan kilang methanol dapat dilanjutkan kembali dan proyek pembangunan dapat diselesaikan sesuai target yang telah dicanangkan,” ujarnya.

 

 

Reporter : Yuspal/hms

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *