Jadi korban penganiayaan, Rustam Silaen pertanyakan proses hukumnya ke PN Balige

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Toba – Tidak terima akan proses hukum yang terkesan lamban dan seakan tebang pilih, Rustam Effendi Silaen (40) warga Kecamatan Silaen yang menjadi korban penganiayaan oknum Kepala Desa Silaen akhirnya datangi kantor Pengadilan Negeri (PN) Balige guna mempertanyakan proses hukum terhadap BS, oknum Kades Desa Silaen yang melakukan penganiayaan terhadap dirinya beberapa bulan yang lalu.

Kepada awak media, Rustam menceritakan kronologis kejadian yang dialaminya, diawali pertemuannya dengan BS pada bulan Februari lalu, di salah satu warung di Desa Silaen guna meminta upah kerjanya kepada BS. Sebagai salah satu anggota kuli bangunan atas pekerjaan yang bersumber dari anggaran Dana Desa, Rustam mengakui belum menerima upah selama 13 hari kerja. Saat membicarakannya kepada BS, Bukan menerima upah, Rustam justru malah menjadi korban penganiayaan dengan luka di bagian kepala akibatkan lemparan gelas oleh BS.

Lanjut rustam, Perlakukan BS, sudah dilaporkan kepada pihak penegak hukum di Polsek Silaen pada tanggal 24 Februari 2020. Namun hingga kini, dirinya tidak pernah dipanggil hingga perkara tersebut dilimpahkan ke PN Balige.

“Saya dapat informasi bahwa laporan saya sudah dilimpahkan ke pengadilan untuk dilakukan persidangan. Makanya kita mau bertanya langsung kepada Ketua Pengadilan sudah sampai dimana proses hukum atas perkara ini ?,” sebut Rustam saat dijumpai di pelataran parkir PN Balige, Senin (08/05/2020).

Marlon Sihombing, warga Kecamatan Silaen yang turut mendampingi rustam menegaskan agar Pengadilan Negeri Balige sebagai benteng terakhir dapat memberi rasa keadilan dalam penanganan perkara tersebut.

“Selaku masyarakat Silaen yang merasa terpanggil. Akibat hukum tidak tegak lurus, tebang pilih yang kami rasakan sampai detik ini jadi kami meminta dengan sangat kepada Ketua Pengadilan, lakukan satu hal, tahan BS Silaen. Lakukan penahanan, kepolisian tidak melakukan penahanan, kejaksaan tidak melakukan penahanan, benteng terakhir pengadilan. Berbuatlah yang adil untuk masyarakat, secara khusus di kabupaten Toba yang kita cintai ini, itu saja permintaan kami, tegakkan keadilan, itu saja, jangan tebang pilih, terimakasih,” sebut Marlon.

Setelah hampir dua jam lebih menunggu, Rustam dan rekan-rekannya yang memberi perhatian dan kepedulian kepadanya tidak dapat bertemu dengan Ketua Pengadilan, akhirnya salah seorang hakim yang bertugas di PN Balige menerima kedatangan mereka dan menganjurkan agar mereka hadir kembali besok, Selasa (9/5/2020) untuk mempertanyakan langsung kepada pihak PN Balige yang berwenang untuk memberi jawaban atas persidangan yang akan dilakukan terhadap perkara dengan nomor perkara 106/Pid.B/2020/PNBlg.

“Besok jam 10.00 silahkan datang kemari ketemu dengan Humas pak Azhari Ginting untuk mendapat kejelasan,” sebut Hans Prayugotama, salah seorang Hakim yang bertugas di PN Balige.

 

 

Reporter : Abdi. S

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *