Diberitakan ada warganya alami kelaparan, Kades Bojongleles angkat bicara

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Lebak- Kepala Desa Bojongleles, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Bhudi Eviyana membantah keras pemberitaan tentang adanya seorang warga yang mengalami kelaparan, dimana disebut sebagai warga di desanya.

Pemberitaan tersebut ditulis pada salahsatu portal media online edisi Senin, 8 Juni 2020 berjudul,”Asnawi Warga Desa Bojong Leles Kelaparan Dua Hari Tidak Makan” dari judul berita tersebut, tentu sudah bisa digaris bawahi isi beritanya.

Bhudi membantah berita tersebut, lantaran dianggap tidak sesuai dengan data, fakta dan realita, tentu saja dianggap sangat merugikan citra nama baik khususnya Pemerintahan Desa (Pemdes)

Bhudi Eviyana selaku Kepala Desa Bojongleles mengaku heran tiba-tiba muncul berita yang menyatakan nama Asnawi (70) sebagai warga Desa Bojongleles kelaparan sampai dua hari tidak makan.

Seperti diterangkan dalam siaran persnya kepada mitrapol.com lewat komunikasi jarak jauh melalui kontak Aplikasi WhatsApp prbadinya, Bhudi membeberkan tentang identitas seorang pemilik lahan kebun yang tinggal di sebuah gubuk di lahan tempat dia beraktivitas (Tani) Bhudi menerangkan bahwa Asnawi (70) biasa dipanggil “Abah Awing” memiliki identitas Kelahiran Lebak 01-04 1949 merupakan warga Kp. Bojong hilir RT.015, RW006, Desa Tambakbaya Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak-Banten.

Bhudi menjelaskan, selain bukan sebagai warga Desa Bojongleles, Asnawi (70) juga berstatus pernikahan cerai mati dan juga memiliki pekerjaan sebagai Petani dilahan miliknya yang berlokasi di Desa Bojongleles-Cibadak.

“Aslinya dia warga Desa Tambakbaya, punya lahan kebun dibojongleles, selama tiga belas tahun dia bertani di Desa kami tetapi tidak tinggal selamanya disitu, Kalo sore dia pulang ke rumahnya ke Desa Tambakbaya.”Tutur Bhudi kepada mitrapol.com pada Selasa, 9/6/2020

Masih menurut Bhudi, memang sejak Almarhumah istrinya wafat sekitar 3 tahun lalu, infonya Asnawi atau Abah Awing ini mulai bermukin di saung gubuk yang semula jadi tempat berteduh saat bekerja ladang kebun milik dia, tetapi, sambung Bhudi, untuk data domisili masih sebagai warga Desa Tambakbaya

“Itu bukan rumah dia tapi cuma saung kebun, Kalau rumah dan domisilinya di Desa Tambakbaya”,Imbuhnya

Meski demikian, Bukan berarti Bhudi bermaksud tidak peduli terhadap Asnawi (70) namun dirinya ingin meluruskan isi berita yang menyebut ada warga desa Bojongleles yang katanya kelaparan. sebagai Kepala Desa Bojongleles ia juga telah menanyakan ke ketua RT dan memastikan kebenaran apakah benar Asnawi (70) hidup terlantar sampai kelaparan. namun hasil laporan dari anakbuahnya tidak seperti yang diberitakan, Ketua RT setempat juga turut membantah kabar tersebut.

“RT disana sudah saya telpon kenapa tidak ada laporan soal warga kelaparan, tapi RT juga membantah karena disana Asnawi tinggal tidak sendirian, ada beberapa saudaranya juga tinggal bertetanggaan. apa mungkin mereka tega membiarkan saudara sendiri kelaparan sampai tidak makan dua hari, Ya, minimal mengadukan ke Aparat Desa”Kata Bhudi dalam keterangannya

Dihubungi secara terpisah, Endin Toharudin Kasi Linjamsos di Dinas Sosial Kabupaten Lebak. Dirinya juga tidak yakin jika sampai ada warga di Desa Bojongleles yang kelaparan bahkan tidak makan selama dua hari. mengapa demikian, karena menurut dia kultur di Lebak masih sangat baik dalam urusan berbagi antar sesama.

“Saya percaya kultur kita di Lebak masih sangat baik dan yakin tidak akan ada yang mau membiarkan tetangga atau saudaranya kelaparan.”Tukas Endin sekaligus memohon jika benar hal itu terjadi agar dapat menginformasikan kepada pihak Dinas Sosial Kabupaten Lebak.

Sementara Ketua Koordinator Ormas Jarum Desa Bojongleles, Kecamatan Cibadak mengaku sangat menyayangkan berita yang terkesan di dramatisir bahkan tidak objektif sesuai data dilapangan

“Kami Ormas Jarum serius menyoroti urusan Bansos di Desa Bojongleles, Pergerakan kami fokus mengawal kegiatan program sosial di Desa kami, jadi tidak benar kalau ada warga disini yang kelaparan sampai tidak makan selama dua hari. Tolong objektif dalam memberitakan, gali dulu informasi dari beberapa sumber terpecaya untuk dikonfirmasi supaya berita yang ditulis sesuai realita terlebih mampu mengedukasi para pembaca,” pungkasnya.

 

 

Reporter : Ubay Pol

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *