Makan siang di Warung, uang Desa senilai 250 juta raib dibawa maling..!

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Timika – Nasib sial menimpa seorang kepala Kampung/Kades bersama Bendaharanya yakni kampung Bela, Distrik Alama, Kabupaten Mimika, Papua di Timika. Bagaimana tidak, sebuah tas samping yang berisikan uang tunai sebesar Rp. 250 Juta milik sang kades bernama Petrus Atagame dibawa kabur maling.

Petrus Atagame sebagai korban curian diketahui menjabat sebagai kepala Kampung/Kades Bela, Distrik Alama, Kabupaten Mimika, Papua.

Pencurian berlangsung saat korban bersama Bendahara-nya hendak makan siang di sebuah warung yang berlokasi di Jalan. Sam Ratulangi, Timika, Selasa, (9/6) Siang.

Uang tunai senilai Rp. 250 juta tersebut bersumber dari anggaran kampung Bela, Distrik Alama merupakan biaya honorarium aparat Kampung dan biaya operasional kantor serta belanja bantuan sembako kepada warga kampung Bela Distrik Alama.

Kronologisnya, sang kepala Desa bersama Bendaharanya hendak makan siang di sebuah Warung Makan yang berlokasi di Jalan. Sam Ratulangi usai melakukan perjalanan panjang dari Poumako, Distrik Mimika Timur setelah mencairkan uang tersebut di Bank Papua, Timika.

Pada saat di warung makan, sang kades tengah mencuci tangan, dan bendaharanya hendak menimbah makanan.

Sialnya, sebuah tas samping berwarna hitam yang ditenteng bendahara ditaruh begitu saja diatas kursi warung meskipun berdekatan dengan meja kasir. Didalam tas tersebut ada uang tunai sebesar 250 juta rupiah.

Pada saat bersamaan, dua orang laki-laki tak dikenal datang dengan tiba-tiba dengan menggunakan dua motor/kendaraan roda dua.

Setibanya didepan warung, satu orang langsung menuju sang Kades Petrus Atagame dan menunjukan hapenya kemudian berpura-pura bertanya, seolah mengalihkan perhatian korban ke dalam warung.

Disisi lain, rekan tersangka langsung menuju dalam warung dan mengambil kemudian membawa kabur tas tersebut tanpa se-pengetahuan Bendahara yang tengah menimbah makanan.

Keduanya kemudian kabur dengan sekejap menggunakan dua motor miliknya.

“Saya saat itu (kecurian-red) sedang timbah makanan, Pak Kades lagi cuci tangan diluar, mereka tiba-tiba langsung kabur. Padahal banyak orang juga disitu (warung makan-red) sedang melihat,” kesal Sang Bendahara yang enggan menyebut namanya kepada MITRAPOL di Kantor Layanan Polres Mimika, Selasa, (9/6).

Dirinya menduga kuat, aksi pencurian tersebut sudah direncanakan secara matang.

Setelah mengetahui kecurian, sang kepala Kampung Bela, Distrik Alama bersama Bendaharanya didampingi salah satu warga setempat langsung melaporkan kasus pencurian ke pihak kepolisian.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak kepolisian resort (polres) Mimika tengah menangani kasus curian tersebut.

 

Reporter : AQM

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *