Widodo : Perpanjangan masa belajar di rumah itu bukan perpanjangan libur

  • Whatsapp
Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menegah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nunukan Widodo

MITRAPOL.com, Nunukan Kaltara – Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menegah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nunukan Widodo menjelaskan bahwa Perpanjangan masa belajar di rumah bukan berarti perpanjangan libur.

Di tengah pandemi Covid-19 ini, agar tidak terjadi penyebaran, salah satu kebijakan pemerintah adalah “Sosial distensing atau menjaga jarak”, hal ini perlu dilakukan agar tidak terjadi kontak antara satu orang dengan orang yang lain, lanjut Widodo.

Kebijakan tersebut diselaraskan juga di bidang pendidikan, dan untuk ketiga kalinya Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan telah memperpanjang masa belajar di rumah, terkait dengan perpanjangan ini adalah perpanjangan masa belajar di rumah, bukan perpanjangan libur.

Jadi sesuai kalender akademik libur anak sekolah itu satu Minggu sebelum Lebaran dan satu Minggu setelah Lebaran, itu libur dan tidak ada proses pembelajaran, sekarang ini tanggal 2 Juni sampai dengan tanggal 20 Juni ini adalah belajar dari rumah tetapi tanggal 2 dan 20 kegiatan utamanya itu sebenarnya sudah selesai pembelajaran kurikulum tinggal masa nilai akhir semester yang dimulai tanggal 4 Juni 2020.

Sesuai dengan surat edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4 Tahun 2020 ujian itu dilaksanakan secara daring, ujian secara offline itu dilarang pada saat ini, jadi tatap muka dilarang yang di ijinkan adalah ujian secara daring kalau ujian secara daring kemudian tidak bisa dilaksanakan maka penilaian itu didasarkan pada penugasan kemudian porto folio nilai Raport atau prestasi sebelum covid-19.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menegah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nunukan Widodo saat diwawancari reporter Mitrapol.com, Yusuf Palimbongan

Mulai tanggal 4 Juni itu adalah jadwal penilaian akhir semester tetapi ada beberapa sekolah yang sudah mulai awal karena perhari 1 mata pelajaran jadi dia minta maju.

Dan ada SMP 1 itu sudah mulai sekarang itu penilaian akhir semester pelaksanaan ada yang melakukan ujian, ada yang menilai penilaian akhir semester diambil dari nilai prestasi sebelumnya.

Seperti itu tergantung kondisi wilayah masing-masing anak didik, kalau di dalam kota seperti ini mungkin dilaksanakan secara Daring, tetapi di daerah-daerah seperti Krayan, Lumbis, Sembakung dan beberapa daerah lainnya ini akan jadi persoalan kalau harus melakukan secara daring, sehingga kita rekomendasikan silakan saja kalau misalkan sudah ada nilai selama semester terahir atau semester genap gurunya sudah memiliki nilai dan nilai itulah yang digunakan.

Jadi konsepsinya belajar dari rumah Libur perpanjangan sampai dengan tanggal 20 ini itu sudah mengacu sudah mengadopsi dari kebijakan di atasnya termasuk kebijakan dari Kementrian satu dari BNPB masih diterapkan kita adalah zona merah otomatis pergerakannya terbatas.

Kemudian dari Kemendikbud sudah disebutkan di situ memang ada rekomendasi kalau membuka sekolah, ada beberapa langkah syarat lainya yang harus dipenuhi dengan termasuk misalkan sekolahnya juga harus dibersihkan dulu di desinfektan anak didiknya juga harus sehat, kalau batuk, pilek, dilarang masuk sekolah begitupun dengan gurunya.

Lanjud Widodo bahwa kabupaten nunukan ini terdiri dari 21 Kecamatan masih ditetapkan “zona merah” jadi otomatis.

makanya waktu kita membahas diperpanjang atau tidak kami bertahan pada posisi ini panjang saja, artinya kalau kita tidak perpanjang anak-anak harus masuk juga percuma guru tidak bisa masuk karena berada di zona merah.

Akhirnya kita perpanjang hingga tanggal 20Juni 2020, Batas tanggal 20 ini adalah masa libur sudah setelah tanggal 20 masa libur sekolah, jadi bukan belajar dari rumah tapi libur total.

karena Tanggal 20 itu nanti pembagian raport kenaikan kelas jadi Selama itu sampai bulan juni tanggal 27/06/2020, kita tunggu kebijakan dari Kementerian Pendidikan tanggal berapa bulan Juli akan dimulai itu sudah keluar kebijakannya.

Bahwa tahun ajaran baru dimulai Juli tapi proses pembelajarannya belum ditetapkan tanggal berapa dan metode nya seperti apa kata Widodo kepad Wartawan.

Mengenai pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Widodo menjelaskan, di Nunukan sudah dikeluarkan kebijakan dari Bupati terkait PPDB yaitu Peraturan Bupati Nomor 8 Tahun 2020 itu tentang PPDB yang akan di mulai tanggal 22 Juni 2020.

Intinya PPDB di Tahun 2020 ini diupayakan dilaksanakan sebisa mungkin dengan sistim online, apabila tidak memungkinkan secara online maka bisa dilakukan secara offline akan tetapi dengan mengedepankan protokol kesehatan, salah satunya Sekolah harus menyiapkan tempat cuci tangan, kemudian menyiapkan hand sanitizer, peserta atau siswa yang datang harus mengunaka masker, kemudian jadwal diatur supaya tidak terjadi Kerumunan, pungkas Widodo.

 

 

Reporter : Yuspal

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *