Bantu Masjid hadapi pandemik Covid-19, panitia Dompet Peduli Masjid Mimika salurkan bantuan

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Timika – Membantu beban operasional Masjid-Masjid dalam menghadapi Pandemi Covid-19 di wilayah Kabupaten Mimika, Papua. Panitia Dompet Peduli Masjid (DPM) Kabupaten Mimika, Papua menyalurkan bantuan berupa uang tunai dan alat pengukur suhu tubuh (Thermo Gun).

Panitia dompet peduli masjid DPM yang terdiri dari gabungan ormas Islam diantaranya,

Majelis ulama indonesia MUI, dewan masjid indonesia DMI, panitia hari besar islam PHBI, badan amil zakat nasional BAZNAS, ikatan cendekiawan muslim Indonesia ICMI, pengurus cabang nahdatul ulama PCNU dan pimpinan daerah PD Muhammadiyah Kabupaten Mimika.

 

Penyerahan bantuan untuk Masjid-Masjid dilakukan secara simbolis diberikan oleh Ketua MUI Kabupaten Mimika, Ustad. H. Muh. Amin, Ar. S.Ag. Bertempat di Masjid Al-Fattah, Jalan. BTN Kamoro Indah, Timika, pada Selasa (9/6).

Ketua MUI Kabupaten Mimika dalam sambutanya mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika yang turut berperan dalam menyumbang kepada masjid-masjid. Dan juga kepada umat muslim setempat yang ikut berpartisipasi dalam menyisihkan kelebihan hartanya dalam membantu menggerakkan rumah ibadah/masjid.

“Semoga Allah SWT membalas semua amal baik Bapak/Ibu dengan keberkahan rezki dan kebaikan-kebaikan,” kata Ustad. Amin dalam sambutanya, Rabu, (10/6).

Ustd. Muh. Amin juga mengucapkan terimakasih ya kepada panitia yang terus berupaya mencari donasi untuk dapat membatu mengurangi beban masjid ditengah penyebaran virus Corona di Mimika.

Ditempat yang sama, Ketua DMI Kabupaten Mimika menegaskan bantuan yang disalurkan kapada masjid-masjid tersebut adalah masjid yang memang sudah terdata dan selalu mengikuti anjuran pemerintah atau Instruksi Bupati Kabupaten Mimika.

Ditempat terpisah, Roni Irnawan S.Kom selaku Bendahara DPM menjelaskan, bantuan berupa alat pengukur Suhu Tubuh (Thermo Gun) jumlahnya terbatas. Sehingga hanya dapat diberikan kepada beberapa masjid yang ditentukan menurut tingkat kerawanan penyeberan covid-19 yang masih massif atau zona merah (red area).

“Kita tidak dapat memberikan kepada semua masjid, dikarenakan alat yang kita punya saat ini terbatas. Jadi kita fokuskan kepada masjid-masjid yang sangat membutuhkan,” jelas Roni.

Usai penyerahan bantuan secara simbolis, panitia DPM kemudian bergerak menuju masjid-masjid untuk menyalurkan bantuan operasional secara langsung.

 

 

Reporter : AQM

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *