Dugaan pungli BST oleh Ketua RT di Labuan, Ketua JNI Banten angkat bicara

  • Whatsapp
Ketua Jurnalis Nasional Indonesia (JNI) Banten, Andang Suherman

MITRAPOL.com, Pandeglang РBeredarnya pemberitaan di beberapa media online, mengenai dugaan penyalahgunaan wewenang Ketua RT Desa Cigondang Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang yang diduga telah melakukan pemotongan dana Bantuan Sosial Tunai (BST) terhadap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) senilai Rp 50 Ribu hingga Rp 100 Ribu per KPM, Ketua Jurnalis Nasional Indonesia (JNI) Banten, Andang Suherman angkat bicara.

“Persoalan dugaan terjadinya potongan dana KPM dalam BST yang telah terpublikasikan di media massa, merupakan sebuah informasi pelanggaran hukum, yang sudah sepatutnya menjadi kajian pihak penegak hukum untuk melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut agar tidak menjadi fitnah dan menimbulkan polemik di kalangan masyarakat, terutama masyarakat seputar Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Guna menghindari fitnah, dan untuk mengungkap fakta atas peristiwa itu, kiranya penegak hukum dalam hal ini Kepolisian Sektor (Polsek) Labuan segera melakukan penyelidikan atas informasi dari pemberitaan media,” ujar Andang kepada awak media.

Masih hal yang sama,”Saya menyesalkan adanya sebuah pemberitaan di media online yang mengangkat hak jawab oknum RT, dengan dalih klarifikasi yang menjelaskan bukti hasil musyawarah sebuah pernyataan bermaterai dari KPM.”

Hal itu, merupakan hak jawab atau klarifikasi sebuah berita, namun sayangnya dimuat bukan pada media yang sama yang telah mengangkat berita peristiwa itu, akan tetapi di naikan di media lain.

“Harusnya pernyataan hak jawab berita dimuatnya di media yang menaikan berita itu lagi, bukan di media lain, itu etikanya,” tandasnya.

Sementara diketahui dugaan pungutan liar (Pungli) Ketua RT kepada KPM di Desa Cigondang yang mencuat di media online, berdasarkan informasi yang dihimpun awak media, hal itu berawal dari temuan salah satu anggota LSM Gempita Cabang Pandeglang, Bajil yang mengabadikan moment terjadinya dugaan pungli dana Covid-19 melalui video.

Bajil membenarkan,”Video tersebut yang saya buat itu benar dan bukan rekayasa atau HOAX, dan apa yang saya lakukan bukan hanya sebagai kontrol sosial, tetapi saya tidak berharap di wilayah saya ada pungli kepada KPM, awalnya hanya mengingatkan, dan saya juga merasa miris ketika melihat pungli di wilayah saya, mereka (pelaku) tidak melihat kondisi masyarakat saat pandemi seperti ini,” tandas Bajil.

 

 

Reporter : Heru

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *