Mega Proyek Pelang Batu Tajam diperiksa Tim Polda Kalbar

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Ketapang Kalbar – Proyek Peningkatan jalan Pelang Batu Tajam senilai Rp.56,4 Milliar yang di laksanakan Kontraktor PT. Marga Mulya, Tahun Anggaran 2019 sumber dana APBD Kabupaten Ketapang menjadi perbincangan publik.

Terutama masyarakat kabupaten Ketapang yang sering melintas jalan lokasi proyek tersebut, yang dinilai baru rampung proses pekerjaan, namun terkesan tidak sesuai harapan, karena dari kuantitas dan kualitas pekerjaan dinilai gagal mutu.

Dalam hal tersebut, sudah barang tentu menjadi kritikan Publik, salah satunya datang dari Dewan Pengurus Cabang Kabupaten Ketapang, Generasi Sosial Peduli Indonesia (GSPI), dalam hal ini ikut berperan sebagai fungsi kontrol dan turut serta ikut mengawasi setiap Proyek Pembangunan.

Dewan Pengurus Cabang GSPI kabupaten Ketapang, Nasib Situmorang Mengatakan,”Mega Proyek ini bersumber dana dari APBD Daerah Kabupaten Ketapang Tahun Anggaran 2019. seharusnya dikerjakan oleh Kontraktor yang berpengalaman serta bisa di Pertanggung jawabkan dalam Pelaksanaan kualitas Proyek tersebut,karena dinilai lumayan besar menelan Keuangan daerah di kabupaten ketapang,” ujarnya.

Kadis PUTR kabupaten Ketapang, Ir.H Sukirno

Situmorang juga mengatakan, jika ada ditemukan kejanggalan di dalam pelaksanaan dikarenakan tidak sesuai kontrak dan sesuai perencanaan, itu sudah menjadi tanggung jawab kontraktor pelaksana dan juga instansi terkait, yang punya peran penuh bertanggung jawab, seperti PPK dan PPTK dan Juga pihak lainya,” ucapnya.

Terkait informasi yang telah diterima, Proyek Pelang Batu Tajam sedang dalam proses pemeriksaan Tim Polda Kalbar, maka wartawan Mitrapol menkomfirmasikan hal ini ke Dinas PUTR Kabupaten Ketapang, yang diterima Kepala Dinas PUTR Ir.H.Sukirno di ruang kerjanya. Selasa, (9/6).

Sukirno membenarkan,”Saat ini Tim Ahli dari Polda Kalbar sedang melakukan pemeriksaan Proyek Pelang batu tajam di lokasi pekerjaan, dan juga ikut serta kontraktor pelaksana dari PT. Marga Mulya.” ungkap Sukirno

Sukirno menambahkan, sebelumnya pihak kita juga sudah memberi saran kepada pelaksana, dari keterlambatan waktu yang sudah dilalui dan mengenai fisik pekerjaan agar sesuai kontrak dan harapan.

Sementara kita sudah mencairkan 70 persen dari pekerjaan dan untuk Anggaran pemeliharaan 5 persen dari pencairan yang sudah Terealisasi.” jelasnya.

Humas Polda Kalbar saat di hubungi wartawan mitrapol terkait perkembangan pemeriksaan proyek pelang batu tajam Rp 56,4 m yang ditangani Polda Kalbar, melalui pesan singkat via whatshap belum memberikan jawaban.

 

 

Reporter : ROY

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *