Terdakwa pebunuh Hakim Jamaluddin dituntut hukuman seumur hidup

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan – Terbukti melakukan pembunuhan secara berencana dan keji terhadap Hakim Jamaluddin, terdakwa Zuraida Hanum (41), Jefri Pratama (42) dan M. Reza Fahlevi (29) dituntut masing-masing hukuman penjara seumur hidup.

Ketiga terdakwa yang berada di Rutan Tanjung Gusta Medan, terlihat serius mendengar nota tuntutan yang dibaca tim JPU secara bergantian di ruang Cakra-8 Pengadillan Negeri ( PN ) Medan, Rabu (10/6/2020).

Menurut tim JPU (Jaksa Penuntut Umum) dari Kejari Medan, Parada Situmorang dkk, ketiga terdakwa secara bersama-sama melakukan pembunuhan berencana terhadap hakim PN Medan, Jamuludin yang notabene suami dari terdakwa Zuraida Hanum.

Perbuatan para terdakwa melanggar pasal 340 jo pasal 55 ayat-1 ke-1 KUHPidang. “Kami meminta majelis hakim untuk menjatuhkan hukuman seumur hidup kepada terdakwa,” jelas JPU.

Sesuai fakta-fakta yang terungkap di persidangan,  ketiga terdakwa melakukan perbuatan menghilangkan nyawa korban secara bersama-sama dengan menyusun rencana terlebih dahulu.

Semula terdakwa Zuraida Hanum, isteri korban menyampaikan keluhannya kepada teman dekatnya terdakwa Jefri Pratama, tentang sifat korban yang kasar, pemarah dan sering melontarkan penghinaan serta memiliki wanita lain.

Sesudahnya keduanya sering bertemu di cafe-cafe di bilangan jalan Ringrood Medan. Hasil pertemuan itu, keduanya sepakat untuk membunuh korban. Kemudian, terdakwa Jefri menghubungi terdakwa Reza untuk membantu menghabisi korban.

Kamis 28 Nopember 2019, sekira pukul 18.55 Wib, terdakwa Zuraida menjemput Jefri  dan Reza di Graha Johor, Medan Johor dengan menggunakan mobil Camry warna hitam No Pol. BK 78 ZH.

Kemudian keduanya dibawa Zuraida ke rumahnya di perumahan Royal Monaco Blok B No. 22 Kel. Gedung Johor Kec. Medan Johor, Medan.

Lalu, Zuraida langsung menyuruh keduanya naik ke lantai tiga, menunggu kedatangan korban. Tak perlu ditunggu, rupanya korban sudah berada di dalam rumah. Berjalan waktu, korban dan terdakwa Zuraida tidur di lantai 2.

Melihat korban sudah tidur, kira- kira pukul 01.00 Wib dinihari, Zuraida miscall Jefri dan Reza agar turun ke lantai 2, tepatnya ke kamar korban. Setelah masuk, Jefri langsung duduk di perut korban dan menutup wajah korban dengan bantal.  Reza ikut membantu menekan bantal, sedangkan Zuraida memegang kaki korban.

Selang beberapa lama korban sudah tak bergerak dan tewas. Kemudian ketiganya sepakat untuk membuang mayat korban di Perladangan Kebun Sawit di Dusun II Namo Bintang Desa Suka Dame Kec. Kutalimbaru Kab. Deli Serdang.

 

 

Reporter : ZH

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *