Bangun Puskesmas tanpa kordinasi, Anggota DPRD Nunukan kritisi kinerja Dinas Kesehatan

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Nunukan Kaltara – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nunukan, dari Partai Demikrat Hj. Nursyan SH, mengkritisi kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan yang duga dalam pelaksanaan pembangunan PKM Lapri menyalahi aturan.

Hj. Nursyan SH yang juga mantan Wakil Ketua DPRD Nunukan ini menyampaikan, apapun program Bupati melalu SKPD harus disampaikan kepada DPRD, seperti Pembangunan PKM di Lapri Sebatik Utara yang menjadi perhatian masyarakat Sebatik.

Kritik yang disampaikan anggota dewan ini disampaikan setelah mendapat informasi dari masyarakat dan menindaklanjutinya dengan langsung meninjau lokasi pembangunan PKM Lapri di Sebatik

Hj. Nursyan SH bersama Hj. Nadia keduanya dari Partai Demokrat bersama-sama melihat langsung Lokasi Rencana Pembangunan PKM Sebatik.

Keduanya sangat meyayangkan Pembangunan PKM Lapri tidak sesuai dengan harapan Masyarakat Sebatik, pembangunan PKM Lapri diduga menyalahi aturan bahkan pembangunan tersebut dinilai hanya pemborosan anggaran.

”Yang jadi persolan disini adalah pengalihan lokasi pembangunan yangn sudah menyalahi aturan, yang sebelumnya berada di kecamatan Sebatik Timur kok tiba-tiba dialihkan pembangunnya ke desa Sebrang Kecamatan Sebatik Utara, sedang pengalihan lokasi pembangunan puskesmas di desa Sebrang tidak ada pembahasan di DPRD Nunukan,” ujar Hj. Nursyan SH.

Lanjud Nursyan yang seharusnya perubahan pembangunan itu melalui persetujuan dari DPRD pengalihan lokasi pembangunan, Risab tanah negara antar kedua negara Indonesi Malaysia hanya 40 meter dari batas tanah negara, Ini sangat rawan.

Anggota DPRD Nunukan bukan mau menghalangi pembangunan yang dilakukan Dinas Kesehatan Pemkab Nunukan, namun perlu ada pertimbang beberapa aspek yang kita anggap krusial.

Dimana selama ini APBD kita mengalami defisit tetapi kenapa malah menghamburkan uang, sedangkan Puskesmas Lapri yang sudah dibangun perlu perbaikan pasilitas dan sarana penunjang lainya, itu yang menjadi perhatian Pemerintah melalui Dinas Kesehatan kabupaten Nunukan, pungkasnya.

 

 

Reporter : Yuspal

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *