Bongkar Pasang KWH tanpa kordinasi, Pelanggan minta oknum PLN segera ditindak

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Pandeglang – Pembongkaran KWH atas nama pelanggan M. Rahmat Basra yang dilakukan petugas PLN secara sepihak, di tengah Pandemi Covid 19, pada tanggal, 01 Juni 2020, kini telah dipasang kembali pada hari Jum’at (5/06/2020).

Namun pemasangan kembali KWH tersebut tidak bisa meluluhkan hati Emi selaku pemilik rumah, Emi merasa kecewa dan tidak menerima terhadap perlakuan PLN yang telah membongkar KWH di tengah Pandemi Covid 19 tanpa adanya kordinasi terlebih dahulu.

Disamping itu sampai saat ini permasalahan antara Emi dengan pihak PLN belum ada penyelesaian, justru malah datang permasalahan baru dengan adanya pemasangan kembali KWH oleh pihak PLN, tanpa kordinasi (tidak ijin) ke pelanggan yang punya rumah.

Hal itu membuat Emi dan keluarganya tidak terima atas perlakuan pihak PLN yang semena-mena main bongkar-pasang tanpa ijin.

Mengenai kejadian tersebut akhirnya Agus sebagai suami dari Emi, selaku tim investigasi LSM Gaib-Perjuangan Kabupaten Pandeglang angkat bicara.

Agus mengatakan, bahwasannya dalam hal ini petugas PLN sudah sangat menyalahi aturan mereka tidak punya etika, mereka seperti orang yang tidak berpendidikan saja. Sehrusnya mereka itu layaknya seperti orang bertamu, setidaknya uluk salam terlebih dahulu, ujarnya.

Masih kata Agus,”Ada pepatah bilang, kalau kita ingin dihargai, maka kita harus belajar menghargai dulu orang lain, seperti itu lah ke inginan kami sekeluarga, jadi gak usah sok pahlawan dengan alasan membantu membayarkan tunggakan tersebut, justru disini saya sekeluarga merasa terhina dan di lecehkan dengan semua itu, maksudnya apa,,,? emang mereka kira saya anak kecil. Yang merengek dan menangis minta di belikan permen, setelah itu berhenti menangis,” beber Agus.

Lanjut Agus, sekali lagi saya tegaskan kepada kepala PLN Rayon Labuan dan pihak penegak hukum untuk segera menindak oknum PLN yang tidak bertanggung jawab, atas perbuatan yang melecehkan harga diri seorang pelanggan dan perbuatan tidak menyenangkan hingga membuat tercoreng tercemarnya nama baik keluarga saya.

Saya juga menuntut hak saya selaku pelanggan tentang kenyamanan, keamanan dan keselamatan sesuai dengan UUD perlindungan konsumen yang telah di tetapkan, tutupnya ke awak media Mitrapol.com saat ditemui di kediamanya pada hari Rabu (10/06/2020).

Di tempat terpisah Nurman sebagai pelayanan bagian kantor PLN Rayon Labuan beserta dua orang rekan kerjanya mengundang awak media yang telah menerbitkan pemberitaan tersebut dan memberikan jamuan di Saung Makan Bebek yang terletak di Kp. Jaha Labuan.

Namun sesuai tupoksi seorang jurnalistik awak media Mitrapol.com pun tetap melakukan konfirmasi terhadap Nurman untuk minta tanggapan dan hak jawabnya perihal permasalahan tersebut.

Nurman dari pihak PLN meminta maaf atas kesalahan dan kelalaian dalam menjalankan tugasnya, dan dia juga meminta pemberitaannya agar diklarifikasi.

Sungguh aneh tapi nyata (fakta) bahwa Nurman enggan mempertemukan Petugas PLN yang membongkar KWH dengan pihak korban ataupun awak media bahkan sampai beritanya diterbitkan.

 

Reporter : Heru

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *