Cegah jadi media penularan, Pengelolaan limbah medis diperketat

  • Whatsapp

MITRAPOL,com, Blora – Di tengah pandemi covid19, limbah Bahan Berbahaya Beracun (B3) berpotensi menjadi media penularan. Sehingga perlu diperketat pengawasan pengelolaan limbah medis di rumah sakit. Untuk mencegah penularan virus tersebut.

Kesempatan ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Blora, melakukan pemantauan pengelolaan limbah media di Klinik Bhakti Padma. Salah satu lokasi yang digunakan untuk karantina pasien covid19.

Menurut Tini, Salah satu petugas DLH Blora menyampaikan, bahwa pengelolaan limbah B3 klinik tersebut sudah sesuai prosedur. “Kami pantau mulai dari tempat sampah, pengambilan, pengemasan, penyimpanan di Cold Storage sampai pengangkutan oleh transporter Limbah B3. SEmua sudah sesuai dengan prosedur yang ada,” jelas Tini.

Sebagaimana diketahui, terdapat 22 orang pasien covid19 yang diisolasi dan dirawat di lokasi tersebut.

Kepala DLH Kabupaten Blora, Dewi Tedjowati, menyampaikan, sejak muncul kasus Corona di Kabupaten Blora DLH konsentrasi dengan pengelolaan Limbah B3 Medis. Terlebih Corona bisa menular melalui Limbah B3.

Sedangkan upaya yang dilakukan DLH Kabupaten Blora adalah memastikan jangan sampai Limbah B3 medis menjadi media penyebaran Covid 19.

Selain itu, kata dia, DLH Blora juga sudah mendistribusikan 100 tempat sampah khusus sampah potensi Covid 19 dan 400 kemasan plastik khusus Sampah Potensi Covid 19 di daerah zona merah.

“Harapan kami Fasyankes di Kabupaten Blora benar-benar serius dalam mengelola Limbah B3 Medisnya. Apalagi dari hasil pendataan selama masa pandemi Corona ini, Ada kenaikan signifikan dari timbulan Limbah B3 Medis. Pada tahun 2019 limbah B3 medis sejumlah 30.543 kg limbah B3 medis, sedangkan sampai bulan Mei 2020 limbah B3 medis sejumlah 38.077,34 kg. Dengan rincian 35.529,34 kg Limbah B3 Medis, 2.412 kg Limbah B3 Medis Covid 19 dan 136 kg Sampah potensi Covid 19,” terang Dewi Tedjowati.

 

 

Reporter : Haryanto

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *