Dikemas dalam Sofa, Penyelundupan 336 Kg berhasil digagalkan Ditresnarkoba Polda Metro Jaya

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Jakarta – Satuan Resnarkoba Polres Metro Jakarta Timur beserta Ditresnarkoba Polda Metro Jaya kembali gagalkan penyelundupan Narkotika Jenis Ganja sebesar 336 Kg.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Nana Sudjana mengungkapkan penyelundupan narkotika jenis ganja asal Loksumawe Aceh ini, berawal ketika penyidik Satuan Narkoba Polres Jaktim menerima laporan dari pihak cargo yang merasa curiga terhadap satu set sofa berjumlah 7 koli yang dikirim dari Aceh melalui jasa pengiriman PT Tunas Antarnusa Muda (TAM Cargo) yang beralamat di Jalan Bambu Apus Raya Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, pada (09/06/2020) lalu.

“Penerima diketahui berinisial J, beralamat di Jalan SFN RT. 004/02 Cilandak Barat Jakarta Selatan, namun ketika dihubungi alasanya berada diluar kota, dan berkanji akan mengambil dalam beberapa hari,” ungkap Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana yang didampingi Kapolres Jaktim Kombes Pol. Ary Ardian, Dirnarkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol. Mukti serta Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Yusri Yunus kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jumat (12/06/2020).

Namun paket sofa yang dikirim tersebut ternyata belum diambil oleh si penerima yang berinisial J, hingga Rabu (13/06/2020), dengan alasan penerima sedang berada di luar kota, ketika dicek alamat yang berikan adalah fiktif.

“Setelah kami melakukan koordinasi dengan Kapolda Aceh, ternyata alamat pengirim dari Aceh juga fiktif,” ujarnya

Nana menambahkan, sepertinya para bandar narkoba ini memang sengaja melakukan penyelundupkan narkoba melalui jasa pengiriman paket (Cargo) dengan memanfaatkan kondisi pandemi Covid-19.

“Ganja 336 kg yang dimasukan kedalam sofa memanfaatkan Covid-19 karena memperkirakan kalau polisi sedang sibuk,” ungkapnya.

Disisi lain, mantan Kapolda NTB ini mengatakan, dirinya akan membersihkan Ibu Kota Jakarta dari cengkaraman narkoba hingga tercipta Jakarta sebagai zero narkoba atau bersih dari narkoba.

“Kami berupa agar Jakarta zero dari narkoba,” tegasnya

Nana mencontohkan, masih tingginya peredaran narkoba di Jakarta dalam sehari jajarannya menangani sampai 15 atau 20 kasus narkoba.

“Narkoba ini cukup marak setiap harinya ada 15-20 pengungkapan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kasat Reserse Narkoba Polres Jaktim AKBP Jonter Banuarea mengatakan, kasus tersebut terungkap setelah pihak cargo yang curiga akan beratnya sofa.

“Pihak cargo curiga kok sofa berat.Lalu menghubungi kami,” katanya.

Dia mengungkapkan, dari pengungkapan ganja sebanyak 336 kg ini setidaknya polisi telah menyelamatkan 30.000 jiwa.

“Ganja tersebut bisa dikosumsi sebanyak 30.000 orang,” pungkasnya.

 

 

Reporter : BS

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *