Siswi SD diduga jadi korban pencabulan pacar ibunya

  • Whatsapp
Ilustrasi

MITRAPOL.com, Banyuwangi – Nasib malang menimpa Cempluk (bukan nama sebenarnya) warga desa Genteng Wetan, gadis muda belia yang diduga menjadi korban perbuatan cabul seorang pria dewasa yang adalah pacar ibunya sendiri.

Siswi yang masih duduk dikelas 3 Sekolah Dasar itu diduga telah dicabuli oleh pelaku hingga beberapakali tanpa diketahui oleh ibunya.

Dugaan aksi pencabulan yang sempat dilaporkan kepihak kepolisian itu kini seakan menguap begitu saja, setelah beredar kabar ditengah warga jika sudah berhasil didamaikan dengan ganti rugi sejumlah uang jutaan rupiah.

Ketika wartawan berusaha menelusuri peristiwa dugaan pencabulan tersebut, salahsatu warga di sekitar rumah korban bernama Tris mengatakan jika dirinya dan warga lainnya memang mengetahui kejadian yang menimpa Cempluk itu, namun Tris bersama warga lainya mengaku heran jika dugaan kasus pencabulan itu sudah didamaikan.

“Kalau memang benar sudah di damaikan kasihan masa depan korban mas, dan kalau benar hal itu terus terang membuat kami semua jadi resah, bisa saja pelaku mengulangi perbuatannya ke anak-anak lain jika perbuatannya itu tidak diproses hukum,” ungkap Tris. Minggu, (14/06/2020).

Bhabinkamtibmas Genteng Wetan Atmari saat dikonfirmasi membenarkan jika memang ada kasus dugaan pencabulan didesa binaannya itu, hanya saja pihaknya masih menunggu hasil penyidikan Polisi.

Di konfirmasi lebih lanjut mengenai kabar bahwa sudah ada upaya perdamaian, Atmari mengaku malah tidak tahu.

“Yang saya tahu kasus dugaan pencabulan itu sudah dilaporkan ke Polisi, namun jika ada proses perdamaian saya tidak tahu, bahkan saya meminta agar jika benar terbukti kasus ini untuk diproses sampai pelaku mendapatkan hukuman,” papar Atmari pada wartawan melalui ponselnya.

Sedangkan menurut Sunardi selaku ketua RT dimana korban dan ibunya tinggal mengaku juga mendengar informasi terkait adanya perdamaian itu, hanya saja dirinya mendengar informasinya dari orang luar dan bukan dari warganya.

“Kemarin itu memang didamaikan, hanya saja saya tidak berada dilokasi, dan saya malah dapat informasi dari orang luar, bukan dari warga perumahan maupun lingkungan,” tutur Sunardi.

 

 

Reporter : Adi

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *