Kasus perselingkuhan, Dokter RS Sanglah Denpasar Bali ditetapkan sebagai tersangka

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Denpasar – Kasus perselingkuhan yang dilakukan oleh seorang Dokter di Sanglah Denpasar Bali yang berujung perlakuan KDRT sudah masuk dalam tahap penyidikan, berdasarkan Surat Perkembangan Penyidikan yang diterbitkan oleh Ditreskrimum Polda Bali, Nomor B/400/V/RES.1.24/2020/Ditreskrimum, tertanggal 8 Mei 2020, terlapor berinisial (MWR) sudah ditetapkan sebagai tersangka atas tindak pidana kekerasan psikis dalam lingkup rumah tangga sebagai mana dimaksud dalam pasal 45 ayat 2 UU Republik Indonesia No. 23 Tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga.

Dokter tersebut juga merupakan seorang ASN di Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, dimana dalam Peraturan Pemerintah No. 45 Tahun 1990 tentang perubahan atas Peraturan Pemerintah No. 10 Tahun 1983 tentang izin perkawinan dan perceraian bagi PNS, pada Pasal 14 disebutkan bahwa PNS dilarang hidup bersama dengan wanita lain yang bukan isterinya atau dengan pria yang bukan suaminya sebagai suami(istri) tanpa ikatan perkawinan yang sah.

Namun dalam keterangannya kepada media Visit Ida Rahayu yang merupakan istri yang sah mengatakan, suaminya tersebut sudah melakukan perselingkuhan dengan seorang perempuan yang berinisial (RCP) sudah lama, perselingkuhan dilakukan oleh suaminya kurang lebih sejak bulan Maret 2019 lalu.

“Perselingkuhan ini sudah dilakukan oleh suami dan selingkuhannya sejak bulan Maret 2019 yang lalu” katanya di halaman mapolda Bali, Rabu (10/6/2020).

Akibat dari perselingkuhan yang dilakukan oleh suaminya itu, kerap kali dirinya mengalami perlakuan kekerasan dan juga intimidasi sehingga mengalami trauma akibat hal tersebut secara fisik serta psikisnya,

Dirinya juga mengaku akibat perlakuan yang dilakukan suaminya tersebut mengakibatkan kehilangan anak kandungnya, yang dibawa oleh suaminya dan diduga anak tersebut dibawa bersama selingkuhannya. Sehingga kasus ini akhirnya berbuntut gugatan cerai di pengadilan agama Denpasar Bali.

Permasalahan hak asuh anak, merupakan sesuatu hal yang sangat diharapkan dan juga dinantikan. Oleh karena itu dirinya berharap mendapatkan hak asuh buah hatinya jatuh ketangannya.

“Saya sangat berharap kepada pengadilan Agama Denpasar yang memutuskan perkara dengan seadil-adilnya ini, sehingga apa yang menjadi hak saya bisa diterima,” ujarnya.

 

 

Reporter : BS

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *