Kasus perselingkuhan Oknum Dokter RS Sanglah Denpasar Bali bersetatus ASN Kementerian Kesehatan dilaporkan oleh istri sahnya

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Denpasar – Kasus dugaan perselingkuhan dan kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan oleh seorang dokter, bersetatus ASN Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, bertugas di RS Sanglah Denpasar Bali, dilaporkan oleh istrinya yang sah ke Polda Bali terkait kasus tersebut.

Hal ini dilakukan istrinya Visit Ida Rahayu, lantaran sudah tidak kuat lagi atas apa yang dilakukan oleh suaminya, perselingkuhan dan perlakuan kekerasan terhadap dirinya sudah berjalan sejak bulan Maret 2019 lalu.

“Saya sudah tidak kuat lagi atas apa yang dilakukan oleh suami saya yang seorang dokter dan ASN di Kementrerian Kesehatan, apa yang dilakukannya itu sudah lama sejak bulan Maret 2019.” kata Visit. Pada (11/06/2020).

Ketika dikonfirmasi dan juga diklarifikasi oleh media, atas kasus yang dihadapi oleh istrinya tersebut, DR. N Sindhu Adiputra,.Mars. KaBag SDM Rumah Sakit Sanglah Denpasar Bali mengatakan, pihaknya membenarkan bahwa suaminya berinisial (MWR) memang merupakan Dokter dan juga sebagai ASN di rumah sakit Sanglah Denpasar Bali.

DR. Sindhu juga menjelaskan, jika seorang PNS diketahui dan terbukti memang melakukan perselingkuhan atau menikah lagi tanpa ada persetujuan dari istrinya yang sah maka ASN tersebut sudah melanggar Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 45 tahun 1990 Perubahan Atas PP Nomor 10 tahun 1983 tentang Izin Perkawinan dan Perceraian Bagi Pegawai Negeri Sipi serta dipertegas dalam PP Nomor 53 tahun 2010 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS), jika memang terbukti dapat juga ditindak atas pelanggaran kedisiplinan dan akan mendapatkan sanksi tegas sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“PNS telah diberikan rambu-rambu kerja, berdasarkan PP no.53, dimana apabila mantan suaminya melanggar maka yang bersangkutan dikenakan hukuman baik ringan maupun berat, yang berupa teguran secara lisan dan atau tulisan. Jadi mulai dari penundaan kenaikan pangkat hingga berujung pemberhentian (pemecatan). Dan untuk surat pelaporan yang dibuat dirinya terhadap suami nya tersebut sudah diproses dan saat ini sedang menunggu keputusan dari kemenkes pusat,” jelas DR. N. Sindhu Adiputra., Mars.

Di dalam dua ketentuan PP tersebut disiapkan sanksi bilamana pelanggaran disiplin ASN mengarah pada pencemaran martabat PNS. Terkait dengan laporan yang dibuat Visit Ida Rahayu terhadap Suaminya yang berinisial MWR, menurut pihak Rumah Sakit tempat suaminya bertugas menjelaskan bahwa laporan tersebut sudah diproses sesuai dengan prosedur dan saat ini sedang menunggu keputusan dari Kementrian Kesehatan di Jakarta.

 

 

Reporter : BS

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *