Terjebak di Jayapura akibat isolasi wilayah, Warga Papua Barat minta Gubernur buka akses Pelabuhan

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Jayapura Papua – Semenjak Provinsi Papua menerapkan isolasi wilayah di era pandemi Covid-19, dan si ikuti wilayah dan daerah lainya seperti di Papua Barat dan beberapa Kabupaten Kota, sejumlah warga dari Manokwari, Sorong dan Wasior Papua Barat, terjebak berbulan-bulan di Kota Jayapura dan sekitarnya.

Saat ini warga Papua Barat yang berada di Kota Jayapura Papua mulai merasakan dampak lain di tengah Pandemi Covid-19, keinginan untuk kembali ke daerah asal mulai menguat karena terhimpit dengan kehidupan sehari hari di kota tersebut.

“Kami ke Pelni untuk membeli tiket Kapal, tetapi dari pihak kami ditolak dengan alasan Papua Barat belum ada surat masuk. Bapak (Gubernur, Bupati dan Walikota) mereka kerja apa di sana, kalau bukan sibuk untuk urus rakyat,” Kata salah satu Mama Papua yang berasal dari Sorong Papua Barat,

“Kami punya rumah, kebun dan aset ada di Papua Barat, bukan di Papua, jadi saya mohon dalam kasih Kristus kepada bapak Dominggus Mandacan tolong perhatikan kami, dimana bapak punya peran sebagai pemimpin,” kata Sopia Yumami, mama asal Sorong.

Kata Sopia Yomami, warga Papua Barat yang terjebak di Jayapura dari anak kecil hingga orang dewasa sekitar 1.333 Jiwa

“Terus terang saya di sini sudah kewalahan, kami tidak dapat bantuan apa-apa dari pemerintah Papua Barat, saya mau tanya kapan bapak Gubernur pernah kirim beras 1 kapal ke kami?” ujar Sopia.

Sementara Novri Marani, Warga Teluk Wondama yang juga terjebak di Jayapura mengatakan, Gubernur Papua Barat dan Bupati Manokwari serta walikota Sorong bisa membuka akses pelabuhan agar masyarakat yang di Jayapura bisa pulang.

”Ada dua kapal di Minggu depan, ada di hari Senin dan di hari Kamis KM. Gunung Dempo, masyarakat pun akan membayar biaya tiket sendiri tanpa membebankan pemda bila pemda terbeban degan itu,” katanya.

Dikatakan, beberapa hari lalu hal ini tentu masyarakat tidak ada yang mau tertular corona dan menjadi pembawa virus ke Papua Barat karena warga di Jayapura sudah melakukan rapid tes 3 kali, kemudian menjalankan protokol kesehatan selama di Papua, masyarakat pun siap bila tiba di Manokwari dan sorong akan menjalankan karantina mandiri dan siap di periksa kesehatan sesuai protokol covid di Papua Barat.

“Intinya yang penting masyarakat PB di Jayapura bisa pulang dulu ke kampung halaman di Papua Barat dan selanjutnya mau tutup sampai kapanpun terserah pemerintah, karena kami menganggap kan bisa diatur pemerintah untuk 2 kapal ini saja khusus membawa masyarakat yang di Jayapura pulang ke Papua Barat saja dan yang diluar itu tidak boleh,” jelasnya

Selama di Jayapura, Warga Papua Barat di advokasi oleh pihak GKI, melalui Pendeta Baransano yang terus melakukan pendampingan membangun akses antar warga dengan Dinas Kesehatan di Provinsi Papua agar warga melakukan pemeriksaan kesehatan.

 

 

Reporter : Adm

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *