Inspektorat Banten minta peran aktif masyarakat dalam pengawasan

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Serang Banten – Banyaknya kegiatan dari Kementerian Pendidikan Republik Indonesia langsung ke pihak Sekolah Menengah Umum (SMU) dan Sekolah Menengah Kejujuran (SMK) baik pisik Ruang Kerja Belajar (RKB) maupun pengadaan barang dan jasa tanpa adanya koordinasi dengan pihak Pemerintah Provinsi Banten membuat Kepala Inspektorat Provinsi Banten angkat bicara.

Kusmayadi Kepala Inspektorat Provinsi Banten mengaku banyak ketinggalan informasi terkait kegiatan dari Kementerian Pendidikan yang langsung ke pihak Sekolah Menengah Umum dan Kejujuran di wilayah hukum Provinsi Banten.

Kegiatan tersebut langsung ke pihak Sekolah termasuk anggaran kegiatannya masuk ke rekening sekolah.

“Banyak kegiatan dari Kementerian Pendidikan Republik Indonesia yang langsung ke sekolah. Inspektorat Provinsi Banten jujur suka banyak ketinggalan informasi,” kata Kusmayadi Kepada Mitrapol di Ruang Kerjanya, Rabu (17/06)

Menurut Kusmayadi, pihaknya tidak mempermasalahkan bahkan sangat mendukung banyak kegiatan tentunya akan menambah peningkatan kualitas pendidikan, namun Inspektorat juga harus mengetahui guna adanya pengawasan terhadap kegiatan tersebut. Maka dari itu untuk mempermudah dan demi proses kegiatan berjalan baik di perlukan peran aktif masyarakat melakukan pengawasan terhadap program atau kegiatan yang bersumber dari dana anggaran negara.

“Masyarakat juga punya hak melakukan pengawasan terhadap semua kegiatan yang sumber dananya dari anggaran negara.Peran aktif masyarakat dalam pengawasan sangat kami butuhkan,” kata Kusmayadi salah satu pejabat Pemprov Banten yang familiar ini.

Masih menurutnya, belum lama ini telah berjalannya kegiatan aparmasi sebuah kegiatan pengadaan barang seperti laptop dan sejenisnya dari Kementerian Pendidikan Republik Indonesia yang langsung ke pihak Sekolah Menengah Umum dan Kejujuran dan anggaranya langsung ke rekening sekolah berjalan dengan baik dengan anggaran cukup besar jika di akumulasi se provinsi Banten. Dan memang tidak semua sekolah mendapatkanya kegiatan tersebut.

“Kegiatan aparmasi berjalan dengan baik dan anggaranya juga cukup besar per sekolah nya,kalau akumulasi se Provinsi Banten puluhan milyar anggaran yang cukup pantastis,” tutur Kusmayadi sambil tersenyum minum air putih.

Sementara Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak Sirojudin MPd mengatakan akan segera melakukan pencarian dana kegiatan aparmasi mengingat dana tersebut sudah masuk di rekening dan pihak nya akan segera merekomendasikan perusahaan yang bergerak di bidang pengadaan barang tersebut.

Menurutnya, ada enam poin persyaratan dokumen yang harus di persiapkan oleh para pengusaha untuk proses pencarian dana aparmasi.

“Sudah siap untuk di proses pencarian kegiatan aparmasi, namun ada enam poin dokumen yang menjadi persyaratan untuk proses pencarian, itu sesuai peraturan menteri pendidikan,” imbuhnya.

 

 

Reporter : Eli Sahroni

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *