Diduga hina salah satu Suku saat komentar di Grup WhatsApp, seorang warga Timika dilaporkan ke Polisi

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Timika – Seorang warga Timika, Kabupaten Mimika, Papua berinisial MOM dilaporkan ke pihak berwajib oleh salah satu ormas pemuda yakni Komunitas Pemuda Kei (KPK) Kabupaten Mimika lantaran diduga telah melukai perasaan masyarakat suku Kei dalam mengomentari sebuah video di salah satu grup WhatsApp, pada Kamis, 18 Juni 2020.

Grup yang dimaksud adalah grup pada aplikasi WhatsApp yang dinamakan EMENEME YAUWARE.

MOM diketahui mengomentari sebuah video lawas berdurasi 2,50 menit yang diunggah oleh salah satu anggota grup WhatsApp EMENEME YAUWARE dengan menyebutkan, “Masyarakat kei kalau minum itu tujuannya bunuh orang bukan sebatas senang – senang jadi polisi harus tegas jika ditemukan seperti itu tangkar dan amankan di sel selama sebulan atau setahun. Supaya daerah ini aman makasih salam kami,” demikian yang disampaikan MOM didalam mengomentari sebuah video di Grup WhatsApp.

Menanggapi komentar dari MOM, Ketua Komunitas Pemuda Kei (KPK) Mimika, Yosep Temorubun kemudian meminta klarifikasi terhadap MOM. Selang beberapa jam kemudian selaku ketua Ormas Pemuda Kei, Yosep Temorubun kemudian menyatakan untuk melaporkan MOM ke pihak berwajib lantaran telah dianggap menyinggung dan menyakiti perasaan masyarakat Suku Kei secara meluas.

“Hari ini resmi kami Komunitas Pemuda Kei Mimika melaporkan saudara MOM ke Polisi karena dianggap telah melukai dan menyakiti perasaan masyarakat suku Kei. Dimana dengan menyebut masyarakat Kei kalau minum hanya dengan tujuan membunuh orang,” kata Yosep Temorubun di Kantor Pelayanan Polres Mimika, Kamis (18/6).

Menurutnya, seseorang yang tengah membuat onar dalam keadaan menenggak minuman keras (Miras) adalah dilakukan secara individual atau oknum, bukan berlabel Suku dan RAS. Sehingga tak sepantasnya MOM menjudge nama besar suku Kei dengan pembuat onar apalagi dapat membunuh orang dalam keadaan mabuk minuman keras.

“Jangan karena oknum kemudian nama besar suku Kei dilukai begitu saja, sekali kami tekankan bahwa itu hanya oknum bukan Suku,” tegasnya.

Selaku ketua komunitas pemuda kei KPK Kabupaten Mimika, Temorubun mengimbau agar masyarakat Kei tidak terpancing dengan isu tersebut dan menyerahkan kasus ini sepenuhnya kepada pihak Kepolisian untuk diselesaikan.

Kini kasus tersebut telah dilaporkan ke Polres Mimika dengan laporan polisi (LP) Nomor : 424/VI/2020/Papua/res. mimika. Tanggal 18 Juni 2020

MOM diduga melanggar Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) khususnya pasal 28 ayat (2).

Dengan uraian, diantaranya, dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan antar golongan (SARA)

Dengan ancaman penjara selama 6 (enam) tahun dan pidana denda sebesar Rp. 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah)

 

 

Reporter : AQM

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *