Dugaan jual beli surat keterangan domisili dalam PPDB di SMA Negeri 1 Metro 

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Metro Lampung – Pendaftaran penerimaan calon siswa SMA Negeri 1 Kota Metro tahun ajaran baru 2020-2021 dengan sistem zonasi banyak menuai kritik karena sarat dengan kejanggalan.

Sistem yang mulai diterapkan sejak Tahun Ajaran 2018/2019 ini banyak menuai pro dan kontra, seperti yang terjadi di SMA Negeri 1 Metro yang diduga menjalin kerjasama dengan pihak kelurahan dengan memperjual belikan surat keterangan domisili dilingkungan Keluranhan Yosodadi. Kamis (18/6/2020).

Menanggapi hal tersebut, Lurah Yosodadi, Fitri Minarmi menyangkal dugaan jual beli surat keterangan domisili.

“Memang saya akui ada laporan lonjakan pengajuan surat domisili yang mencapai 100 persen lebih, perumpamaannya, biasa perhari 5 laporan, di masa PPDB naik menjadi 20 laporan, tapi tuduhan adanya kerjasama dengan pihak sekolah atau jual beli surat domisili, itu tidak ada sama sekali,” katanya.

Ia juga menjelaskan juga, surat domisili yang dikeluarkannya sudah memenuhi prosedur dan sesuai ketentuan.

“Berkas domisili yang saya tanda tangani, saya pikir sudah memenuhi syarat, dengan melampirkan surat pengantar RT/RW dan pernyataan orang tua, jadi pamong lah yang bertanggung jawab dengan kebenaran data itu, saya hanya tanda tangan saja, benar atau tidak itu tanggung jawab pamong setempat,” jelasnya.

Fitri juga menjelaskan syarat pengajuan surat domisili harus sesuai dengan ketentuan.

“Syarat pengajuan domisili itu harus memenuhi beberapa ketentuan, seperti, sudah menetap selama satu tahun, dan  memiliki pekerjaan atau usaha bisa juga karena dia sekolah di Metro,” tegasnya.

“Apabila ada warga luar Kota Metro yang membuat surat domisili di Yosodadi tidak jadi masalah asal dia punya keluarga di Kota Metro walupun dia berdomisili luar Metro,” tutupnya.

 

 

Red

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *