Kepolisian lakukan autopsi jenasah OR yang diduga jadi korban pemerkosaan

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Tangerang Selatan – Berita meninggalnya seorang ABG berusia 16 Tahun berinisial OR pada tanggal 11 Juni 2020 yang lalu, yang diduga mengalami trauma akibat menjadi korban pemerkosaan sempat heboh dan Viral.

OR diduga menjadi korban pemerkosan oleh Pacar dan temannya yang berjumlah lebih dari Lima orang.

Untuk memastikan penyebab kematian korban, Pada hari Rabu (17/6/2020) makam Almarhum OR di bongkar oleh Tim Forensik Rumah Sakit Polri Kramatjati untuk kepentingan autopsi.

Ketua LPA Tangsel Isram yang hadir di lokasi menegaskan bahwa kasus ini harus dikawal untuk penegakan hukum, sehingga para pelaku benar-benar mendapat ganjaranya sesuai dengan undang-undang yang berlaku, adanya autopsi hari ini agar mendapat hasil yang jelas apa penyebab utama kematian OR, jelasnya.

Hadir juga Konselor hukum UPTD (Unit Pelaksana Teknis Daerah) beserta P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Peberdayaan Perempuan dan Anak Kota Tangerang Selatan Muhamad Rizki Firdaus yang mengatakan, kasus ini terus kami pantau dan kami dampingi hingga kepengadilan agar para pelaku dapat dihukum sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

Sementara usai pembongkaran makam OR, Satreskrim Polres Tangsel AKP. Muharam dan Kapolsek Pegedangan AKP Efri didamping Kanit Reskrim kepada awak media menjelaskan, hasil dari autopsi hari ini Kita tunggu 14 hari kerja, ada beberapa hal yang ditemukan diantaranya adanya bekas persetubuhan di tubuh korban, namunhasil lainya kita tunggu dari Lab hasil medis dari forensik Mabes Polri.

Terkait para pelaku/tersangka, dari laporan para penyidik, dilaporkan bahwa yang semula 7 orang, setelah melakukan pengembangan total sudah 6 orang, ada penambahan 1 orang lagi, jadi jumlah tersangka 8 orang, dan 2 lagi sedang dalam pencarian orang (DPO).

Kapolsek Pegedangan AKP Ajun Komisaris Polisi Efri memaparkan, diantara para pelaku ada 1 orang sudah berkeluarga dan mempunyai 3 anak, dari 8 pelaku, sudah 6 orang di tahan di Polsek Pegedangan, 2 orang lagi jadi DPO.

Didepan awak media, AKP Efri menjelaskan, persetubuhan dilakukan pada tanggal 10 April 2020 pelakunya 8 orang kemudian menyambung lagi ditanggal 18 April persetubuhan itu dilakukan 7 orang pelaku, jadi korban 2 kali digilir oleh para pelaku dengan motif ingin melakukan hubungan badan secara bersama-sama, para pelaku semuanya berasal dari Cihuni, jelas Kapolsek.

Sementara terkait riliss sebelumnya, soal adanya bayaran, ternyata tidak benar adanya pembayaran terhadap korban, setelah melakukan penangkapan terhadap inisial B, kita dalami dan konfrontir dengan tersangka lain ternyata tidak ada bayaran dari para pelaku, tidak ada unsur pembayaran kepada Korban dan obat itu diberikan kepada korban dari para pelaku, tegan AKP Efri.

Mengenai adanya perdamaian, Kasat Reskrim AKP Muharam membenarkan, hal ini muncul setelah korban meninggal dunia bahwa telah terjadi perdamaian dan itu sudah terjadi sebelum proses penegakan hukum atau penangkapan oleh pihak kepolisian jadi penegakan hukum dilakukan setelah adanya perdamaian dan korban OR meninggal dunia, jelas Kasat Reskrim.

Kapolsek Pegedangan AKP Efri menjelaskan, pelaku yang memediasi untuk perdamaia berinisial S alias K (31), hari ini telah ditetapkan, artinya hingga saat ini para pelaku jadi 8 orang, 6 orang sudah ditangkap dan 2 masih DPO ditambah 1 orang yang mediasi perdamaian sebelum korban meninggal dunia, pungkas Kapolsek.

 

 

Tim Mitrapol

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *