DPD HAMI Bangka Belitung kecam kekerasan fisik terhadap anak dalam dunia pendidikan

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Bangka Belitung — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Advokat Muda Indonesia (HAMI) Bersatu Bangka Belitung, di Ketuai Feriyawansyah, SH.,MH.,CPCLE, bersama Kabidkum Fitriadi,SH.,MH dan Nini Vandawati,SH, mengecam keras aksi pihak Sekolah Islamic Center Sungailiat Bangka di wilayah Provinsi Bangka Belitung yang terkesan menutup-nutupi kejadian pengeroyokan kepada salah satu siswa yang berinisial Al hingga membuat pingsan yang diduga dilakukan seniornya.

Hal tersebut sebagaimana yang disampaikan Ketua DPD Hami Babel, Feriyawansyah, SH.,MH.,CPCLE, kepada wartawan Mitrapol.com Jum’at (19/06/2020) sekitar pukul 06.30 Wib melalui pres rilisnya.

Berdasarkan Surat Laporan Polisi : STPL/B-328/II/2020 BABEL /RES BANGKA, Yoan Olsita, warga Jalan Cempaka No.135 A.RT.04/02 Kelurahan Gedung Nasional Pangkalpinang, telah melaporkan peristiwa pidana berupa penganiayaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 80 ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Pada hari selasa 18-02-2020 sekitar pukul 23.30 wib di lingkungan Bedeng Ake Islamic Center Sungailiat Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pelapor atas nama Yoan Olsita dan terlapor atas nama orang terlapor dalam lidik sigit, sesuai dengan laporan Polisi Nomor: LP/B-328/II/2020/Babel/Res Bangka tanggal 20 Febuari 2020.

“Orang tua korban yang bernama Ibu Yoan dengan anak nya Alfindo menjadi korban kekerasan fisik di pesantren Islamic Center Sungailiat Bangka, mengetahui kejadian tersebut ketika anaknya sudah masuk Rumah sakit Medika sungailiat bangka dalam keadaan tidak sadarkan diri yang diduga telah dilakukan kekerasan fisik oleh kakak kelasnya yang bernama, zendi dan sigit, yang duduk dikelas 1 SMA Pesantren Islamic Center Bahrun Ulum Sungailiat,”tulis Ketua DPD Bersatu Hami Bangka Belitung, Feriyawasyah,SH,MH,CPCLE kepada wartawan.

Menurut Pengacara kondang tersebut, Feriyawansyah, SH.MH menjelaskan bahwa korban yang menyampaikan kepada orang tuanya ketika sudah sadar dari komahnya, korban mengalami tindak kekerasan oleh kakak kelasnya pada selasa 18 Februari 2020 sekitar ja, 23.00 wib dan orang tua nya di telpon pihak pesantren melalui Ustad Aris selaku pembina bahwa anaknya kejang-kejang tak sadarkan diri yang disebabkan jatuh dari kamar mandi.

“Kami Dari Himpunan Advokat Muda Indoneia Bersatu sangat menyayangkan kebohongan dari pihak pesantren Islamic Center Bahrun Ulum Sungailiat menyatakan bahwa anak tersebut jatuh dari kamar mandi hal ini adalah telah mencoreng dunia pendidikan dan terkesan menutup-nutupi kejadian sebenarnya dengan memberikan keterangan palsu,”tegas Feriyawansyah, SH.MH.

“Akibat dari keterangan pihak sekolah mengakibatkan korban salah diagnosa karena pihak rumah sakit tau nya jatuh dari kamar mandi dan bukan karena pengeroyokan. kita minta pihak sekolah terkhusus Pesantren Islamic Center Bahrun Ulum Sungailiat, harus bertanggung jawab atas perbuatan nya dengan memberikan keterangan palsu yang tidak sesuai dengan kejadian sebenarnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Dinas Pendidikan wilayah Provinsi Bangka Belitung harus mengetahui hal ini dan harus menutup ijin sekolah ini apabila hal seperti ini dilakukan terus menerus dan akan ada korban-korban lainnya dan kami sebagai fungsi control akan mengawasi penegakkan hukum terkhusus kekerasan, pungkasnya.

 

 

Reporter : Tarmizi

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *