Ketua Umum DPP LPRI sayangkan penolakan asas utama Pancasila pada UU Ormas

  • Whatsapp
Syarifudin Tahir

MITRAPOL.com, Jakarta – Ketua Umum LPRI Bung Syarif Putra Flores NTT di Jakarta. Jumat (19/6) mengungkapan kekecewaannya terkait penolakan PKS menjadikan Pancasila sebagai asas utama dalam UU Ormas.

Penolakan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menjadikan Pancasila sebagai asas utama organisasi kemasyarakatan yang tercantum dalam Rancangan Undang-Undang Organisasi Kemasyarakatan harus disikapi serius.

Sebagai partai yang terlibat dalam penyelenggaraan negara, sudah tidak sepatutnya masih mempertanyakan Pancasila dan UUD 45, kata bung Syarif

“Kalau tidak mau Pancasila sebagai asas berbangsa dan bernegara, agenda apa lagi yang sedang disusun untuk masa depan negara ini?” ucapnya, mempertanyakan.

Syarifudin tahir mengatakan, bahwa mengakui asas Pancasila dalam berbangsa dan bernegara adalah implementasi ajaran agama karena Pancasila adalah rumusan nilai-nilai luhur bangsa, bukan sebuah konsep keburukan.

“Pancasila itu bukan agama karena itu tidak sepatutnya dibenturkan dengan agama,” tukasnya.

Ia berharap pada saat RUU Ormas disahkan nanti tidak ada yang menolak rumusan asas Pancasila bagi ormas.

“Negeri ini butuh energi besar untuk kerja-kerja masa depan, jangan dihabiskan untuk persoalan lama yang sebenarnya sudah dituntaskan para ‘founding fathers’ kita,” Syarifudin tahir

Sebelumnya Ketua DPP LPRI menyatakan asas tunggal Pancasila tidak boleh dipaksakan kepada ormas dengan alasan tidak sesuai dengan konstitusi yang menjamin kebebasan berserikat, berkumpul, dan berpendapat serta tidak sejalan dengan semangat reformasi.

Menurut syarifudin, negara harus menjamin ormas untuk menentukan asasnya sesuai dengan ciri khas organisasi itu sepanjang tidak bertentangan dengan Pancasila yang merupakan asas negara dan UUD 1945.

pencantuman asas Pancasila merupakan hal mutlak yang tidak bisa ditawar. Namun, ormas pun dipersilakan untuk mencantumkan asas ciri organisasi itu asal bukan ideologi komunis maupun atheis.

Pasal 2 RUU Ormas menyebutkan asas ormas adalah Pancasila dan UUD 1945 serta dapat mencantumkan asas ciri lainnya yang tidak bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.

Bangsa ini sudah cukup dengan susah payah pendiri terdahulu yang sudah berjuang mendirikan ibu pertiwi dengan di cetusnya UUD 1945 dan pancasila dan ini sudah final tidak boleh ada lagi kata2 lain yang mau di rubah asas Pancasila sudah final dan sisa kita amalkan dan kita jalankan dalam kehidupan sehari-hari.

Kita sewaktu baru lahir keluar dari rahim ibu kita juga sudah di ajar kan pancasila ke pada kita, baru lahir ayah kita sudah membacakan azan di telinga kita,di dalam makna azan itu terdapat Pancasila yang cercantum di dalamnya ketuhanan yamg maha esa,bahwa kita percaya Allah yang kita sembah,ada juga di situ kemanusiaan yang adil dan beradab..bahwa manusia itu harus adil dan beradab kesama umat beragama dan pemimpin harus adil kesemua rakyat di ibu pertiwi ini…dan masih ada lagi persatuan Indonesia di dalam azan itu..kita di minta harus bersatu,bersatu dalam rumah yang besar dalam bingkai yang namanya NKRI serta di satukan dalam pelukan ibu pertiwi tidak di situ saja dalam azan ada terkandung kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dan permusyawatan perwakilan ada makna kerakyatan rakyat indonseia seluruhnya.

Ada pemimpin dr RT sampai presiden ada perwakilan rakyat di dlmnya DPR/MPR dan DPD yang selalu membawah aspirasi dari rakyat bukan setelah menjadi utusan rakyat setelah jadi lupa dengan rakyat itu sendiri…ada lagi di dalam azan itu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia..ini lah pemimpin yang di berikan amanah oleh rakyat,harus adil kepada seluruh rakyatnya adil dalam memberikan rasa aman dan adil dalam memberikan pendapat di muka umum,pemimpin harus bisa melihat susahnya rakyat di bawah,mensejahterahkan seluruh rakyatnya..Indonesia yang kaya akan sumber daya alamnya jangan sampai rakyatnya tidak ikut terlibat dalam membangun bangsa dan mengelola isi dalam perut bumi ini,pemimpin bangsa ini jangan selalu membela investor2 asing dan mengasingkan masyarakat.

Ibu pertiwi ini menanggis melihat tangisan rakyatnya..ibu pertiwi ini berduka melihat penderitaan ramyatnya yang masih banyak hidup dalam kesusahan ,masih banyak yang menjerit karna lapar,masih banyak yang kesakitan karna tidak ada biaya pengobatan dan masih banyak anak-anak miskin yang terlantar karna putus sekolah tidak adanya biaya sekolah..ini lah gambaran bawah pemimpin harus hadir melihat semua penderitaan rakyatnya.jangan sampai ada satupun rakyatnya mati karna kelaparan.
Pancasila sudah di tanamkan dalam hati kita sejak kita lahir..jangan ada lagi sekarang kita meragukan sedikitpun Pancasila jangan pernah ada sedikitpun niat untuk menganti Pancasila dengan asas lain, Pancasila adalah asas tunggal berbangsa bernegara,ada yang mau mengantikan asas Pancasila dia bearti bukan lagi orang Indonesia,kalau bukan orang Indonesia dia harus keluar dari bumi ibu pertiwi ini dan mencari negara lain yang sejalan dengan nya negara harus tegas dan mengambil langkah-langkah positif bagi mereka yang masih ada yang ingin mengantikan asas tunggal Pancasila.

Semoga kita semua sebagai anak bangsa yang cinta akan NKRI dan Pancasila harus selalu waspada dan harus memperkuatkan barisan kita semua, LPRI dan GBNN sebagai garda terdepan bangsa selalu siap di depan dalam mempertahankan asas Pancasila sebagai satu-satunya Idiologi bangsa Indonesia.jangan ada lagi yang berani bicara ingin mengantikan Idiologi Pancasila dengan Idiologi apapun titik.

Akhir kata saya menghimbau kepada seluruh pengurus LPRI dan GBNN dari sabang sampai merauke selalu mempersiapkan diri kita semua dalam menjaga kerukunan antar umat beragama agar jangan mudah di hasut oleh orang-orang yang mau memecah belah bangsa kita..siap apa bila Ibu Pertiwi memanggilmu, siap apa bila Pancasila mau diganti, NKRI /Pancasila harus kita lindungi dan kita jaga sampai nanti karena di dada kita tertulis dan melekat NKRI/Pancasila harga mati, pungkasnya.

 

 

Reporter : Desy

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *