Korupsi Pengerjaan Bandara Lasondre, Delapan terdakwa dituntut beragam

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan – Delapan terdakwa perkara dugaan korupsi  pengerjaan Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Lasondre, Nias Selatan, Sumatera Utara, dituntut beragam oleh JPU Kejatisu yang bersidang di Pengadilan Tipikor Medan, Kamis (18/6/2020).

Persidangan teleconference di Ruang Cakra-8 ini dipimpin hakim ketua Safrin Batubara yang dihadiri 8 penasihat hukum terdakwa yang terlihat serius menyimak nota tuntutan yang dibacakan tim JPU T.Adlina dan Hendri Sipahutar dkk.

Menurut JPU, para terdakwa terbukti bersalah, melakukan atau turut melakukan tindak pidana korupsi pada kegiatan Pekerjaan Peningkatan PCN Runway, Taxiway, Apron dengan AC – Hotmix Bandara Lasondre yang merugikan keuangan negara Rp14,75 miliar .

Para terdakwa yang dituntut, Anang Hangoro (54), Direktur II PT Mitra Agung Indonesia, dituntut 9 tahun penjara, denda Rp 600 juta subsider 6 bulan penjara, uang pengganti kerugian negara Rp 13 miliar lebih dan telah dibayar Rp 1 miliar subsider 4 tahun 6 bulan penjara.

Ibrahim.Khairul Imam SH, kuasa Pengguna Anggara (KPA) dituntut 1 tahun 6 bulan penjara, denda Rp 50juta subsider 3 bulan kurungan, dan sudah mengganti kerugian negara sebesar Rp 50 juta.

Irpansyah Putra Rahman SE, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)  dituntut 9 tahun penjara, denda Rp 100juta subsider 6 bulan kurungan, wajib ganti kerugian negara Rp 250 juta. Telah dibayar Rp 100juta, sisa Rp 150 juta subsider 4 tahun dan 6 bulan penjara.

Immadudien Abil Fada S. Sit M.Sc, Ketua Kelompok Kerja, dituntut 3 tahun penjara, denda Rp 50juta subsider 6 bulan kurungan.

Suharyo Hady Syahputra ST, selaku Ketua/Koordinator tim pengawas belanja modal kantor unit penyelenggara bandar udara lasondre, dituntut 1 tahun 6 bulan penjara, denda Rp 50juta subsider 3 bulan kurungan, uang pengganti Rp 160 juta subsider 6 bulan kurungan.

Iedi Sudrajat, selaku penandatangan SPM, dituntut 2 tahun penjara, denda Rp 50juta subsider 6 bulan kurungan, tanpa mengganti kerugian negara.

Dwi Cipto Nugroho, konsultan pengawas/Direktur PT Harawana Consultan, dituntut 7 tahun penjara denda Rp 100juta subsider 6 bulan kurungan, uang pengganti Rp 471 juta subsider 3 tahun kurungan.

Sugiarto S (32), PNS, Bendahara Pengeluaran, dituntut 1 tahun 6 bulan, denda Rp 50 juta subsider 3 bulan kurungan, kerugian negara 120 juta telah dibayar.

Menurut JPU, para terdakwa berperan
dalam pelaksanaan kegiatan Pekerjaan Peningkatan PCN Runway, Taxiway, Apron dengan AC – Hotmix Bandara Lasondre. Nilai kontrak pekerjaan sebesar Rp26.900.900.000 yang bersumber dari APBN Kemenhub Tahun 2016.

Kacaunya, pada pelaporan perkembangan pekerjaan tidak sesuai dengan kontrak yang mengatur penilaian prestasi pekerjaan, senilai pekerjaan yang terpasang.

Hasil pemeriksaan oleh tim ahli teknik sipil dari Fakultas Teknik Universitas Bengkulu, ditemukan volume pekerjaan  hanya 20 persen, sehingga  tidak sesuai dengan yang dilaporkan PT Harawana Consultant.

Selain itu, pencairan dana hingga termin ke 4 tidak sesuai dengan kenyataannya dan  kemajuan hasil pekerjaan di lapangan yang diterbitkan oleh Konsultan Pengawas PT. Harawana Consultan .

Terhitung, 20 Juni 2016, kemajuan hasil pekerjaan hanya mencapai  43,80 persen  dan  pekerjaan tidak mengalami perkembangan hingga TA  2016.

Pada bulan Oktober 2016, BPK Perwakilan Sumut melakukan pemeriksaan di UPBU Lasondre, terkait dengan kelengkapan dokumen untuk pertanggungjawaban pencairan dana.

Berdasarkan hasil audit kerugian keuangan negara ditemukan kerugian Rp14.755.476.788 dalam Pekerjaan Peningkatan PCN Runway, Taxiway, Apron dengan AC – Hotmix termasuk marking volume 45.608 M2 pada UPBU Lasondre Kec. Pulau-Pulau Batu Kab. Nias Selatan TA 2016.

Perbuatan para terdakwa melanggar Pasal  3 UU RI No.31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU RI No. 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi  Jo. Pasal 55 Ayat (1) Ke-1e KUHPidana..

 

 

Reporter : ZH

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *