Diduga “Peras” Kepala Desa, Polres Pemalang amankan 4 oknum wartawan 

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Pemalang- Polres Pemalang tangkap tangan empat oknum wartawan pemalang di salah satu rumah makan di kawasan Comal, Pemalang. Jumat (19/6)

Di duga melakikan pemerasan kepada sejumlah kepala Desa di kabupaten pemalang empat oknum yang mengaku wartawan dibekuk dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Pemalang.

Keempat oknum tersebut berinisial JK, BD, PN, dan CH, diduga mereka melakukan pemerasan kepada 91 Kades di Kabupaten Pemalang.

Belum diketahui secara pasti persoalan yang membuat empat oknum wartawan itu melakukan permintaan uang. Dari informasi yang didapatkan, keempat oknum yang mengaku dari salah satu organisasi wartawan ini meminta uang untuk menutup kasus atau persoalan pengelolaan Anggaran Dana Desa (ADD) di 91 Desa. Uang itu disebut-sebut untuk menutup kasus agar tidak dilaporkan ke aparat penegak hukum.

Dari Operasi Tangkap Tangan (OTT), polisi berhasil mengamankan barang bukti uang Rp. 10 juta, selanjutnya mereka digelandang ke Mapolres Pemalang untuk menjalani pemeriksaan.

Kasatreskrim Polres Pemalang, AKP Suhadi, membenarkan adanya OTT.

“Iya benar, ada OTT. Masih dalam pemeriksaan,” kata Suhadi.

Pantauan Mitrapol, setelah adanya kepala desa yang menjadi korban pemerasan oleh oknum wartawan, aksi solidaritas untuk korban terus berdatangan ke Mapolres.

Puluhan kepala desa berdatangan, bahkan ketua DPRD Pemalang, Agus Sukoco yang didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Kadispermades) Tutuko Rahardjo menyambangi Mapolres Pemalang. Keduanya datang sekitar pukul 18.05 WIB.

Kepada awak media, Agus enggan berkomentar banyak mengenai operasi tangkap tangan (OTT) yang diduga dilakukan oknum wartawan terhadap kades.

“Ini kan baru diproses. Nanti saja kalau sudah diproses,” kata dia.

Agus Sukoco menekankan kehadiran puluhan kades ke Mapolres sejak siang tadi adalah bentuk solidaritas. Yakni solidaritas sesama kades, karena dalam hal ini yang menjadi korbannya adalah kades.

 

Reporter : Rizqon Arifiyandi

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *