Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kab.Toba minim stok Rapid Test

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Toba – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Toba hingga kini belum pernah melakukan pembelian Rapid Test. Diduga, Gugus Tugas tak mau membeli Rapid Test karena akan menelan biaya yang cukup besar.

Sekretaris Dinas Kesehatan Pemkab Toba, Siti Nuraya Sirait ketika dikonfirmasi diruang kerjanya,jumat sore(19/06/2020), jumlah Rapid Test yang tersisa secara keseluruhan hanya 415 pieces.

Siti Nuraya mengaku, Pemkab Toba hanya pernah memiliki 640 ps Rapid Test bersumber dari bantuan. 140 ps merupakan bantuan Gubernur Sumut dan 500 ps merupakan bantuan dari RS Yayasan Abdi Karya (Yadika Groub) Jakarta.

Dari jumlah tersebut, kata Siti, sudah digunakan rapid test kepada 225 orang yang tersebar di RS Porsea, HKBP Balige, Puskesmas Rawat Inap Ajibata, Puskesmas Aek Natolu dan UPT Puskesmas Balige. Rapid test telah disebar di lima titik agar bisa mengcover semua wilayah Toba.

“Sisa Rapid Test hanya tersedia sebanyak 415 ps, dan sampai saat ini, rapid test hanya kita lakukan sesuai petunjuk Dokter sesuai kasus apakah Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), Orang Tanpa Gejala (OTG) dan pemeriksaan lainnya dari Dokter yang mengharuskan menjalani rapid test saja,” terang Siti.

Untuk mengantisipasi jangan sampai terjadi penularan Covid-19 ini, maka kita juga sudah melatih petugas rapid test dari perwakilan Puskesmas Tandang Buhit, puskesmas laguboti, Puskesmas Rawat Inap Ajibata dan Puskesmas Parsoburan. Dan kita menyiapkan 5 titik rapid test untuk mengantisipasi apabila ada kasus yang perlu ditangani.

Ketika ditanyakan mengapa Gugus Tugas tidak melakukan pembelian Rapid Test, Siti Nuraya mengaku hal tersebut bukanlah tupoksinya untuk menjawab.

“Langsung sajalah ya konfirmasi ke Pak Kadis, saya hanya bisa berikan data ketersediaan Rapid Test,” ujar Siti.

Kadis Kesehatan Toba, dr Juliwan Hutapea ketika hendak ditemui dikantornya tiba tiba menghilang tidak kelihatan, padahal para awak media sempat melihat beliau sedang memimpin rapat diruang rapat kantor dinas kesehatan toba dengan para pejabat dinas kesehatan dan kepala puskesmas sekabupaten toba. dicoba dikonfirmasi via selulernya terkait minimnya jumlah Rapid Test dan alasan Gugus Tugas tidak melakukan pembelian Rapid Test, telephon genggam orang nomor satu didinas kesehatan tersebut mati/tidak aktip.

 

 

Reporter : Abdi. S

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *