Peras Kades 10 Juta, 4 Oknum Wartawan punya peran masing-masing

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Pemalang – Empat orang yang mengaku sebagai wartawan dan Ketua Organisasi Wartawan telah ditetapkan sebagai tersangka pemerasan kepada Arifin, Kepala Desa Kelang Depok, Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang.

Keempatnya diringkus oleh Polres Pemalang dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) disalah satu rumah makan di kawasan Comal pada Jumat lalu (19/6) dan berhasil mengamankan beberapa alat bukti, diantaranya uang tunai 10 juta rupiah, tas punggung warna hitam, kartu pers, tanda pengenal Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) 1 bendel foto copy Perbup Pemalang tentang alokasi dana desa dan dokumen lain.

Keempat pelaku adalah BS (55) warga Jalan Bromo, Kelurahan Mulyoharjo, Kecamatan Pemalang, AJ alias JK (53) warga Dukuh Kedungdawa, Desa Longkeyang, Kecamatan Bodeh, PN (43) warga Bakalan, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang dan CD (42) warga Jalan Truntum, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan.

Dalam konferensi pers yang digelar Mapolres Pemalang, Senin (22/6). Kapolres Pemalang, AKBP Ronny Tri Prasetyo Nugroho, menjelaskan bahwa dari keempat tersangka mempunyai peran masing-masing. Tersangka BS berperan menyuruh PN untuk membuat dokumen surat pengaduan, serta mengancam dan menakut-nakuti korban seolah-olah akan melaporkan ke inspektorat atau penegak hukum.

Kemudian, tersangka AJ alias JK berperan mempertemukan korban dengan para tersangka, serta menakut-nakuti akan memberitakan ke surat kabar, dan tersangka CD berperan mengambil dokumentasi foto dan video saat pertemuan. Jika tidak menuruti keinginan keempat tersangka, maka foto dan video tersebut akan diberitakan.

“Tersangka PN dalam membuat dokumen dan menerangkan tentang dokumen infografis analisa penyimpangan ADD tentang siltap tunjangan dan dokumen lainnya yang merupakan hasil perkiraan sendiri. Padahal, mereka tidak memiliki kapasitas untuk menentukan kerugian negara,” jelas Kapolres Pemalang.

Usai menghadiri ungkap kasus di Mapolres Pemalang, Kepala Dispermasdes Kabupaten Pemalang, Tutuko Raharjo, mengatakan bahwa dirinya kerap mendapatkan laporan tentang pemerasan terhadap kades. Namun baru kali ini terungkap.

“Ya sebelumnya hanya dengar-dengar. Tapi baru kali ini ada laporan dan terungkap. Saya berharap ke depan aksi seperti ini tidak terjadi lagi,” ungkapnya.

Atas perbuatannya, empat tersangka dijerat pasal Primer 368 KUHP, subsider Pasal 369 KUHP Jo Psl 55 KUHP tentang pemerasan dan pengancaman dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.

 

 

Reporter : Rizqon Arifiyandi

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *