Buntut langka dan mahalnya APD, MHKI ajukan gugatan, Kepala BNPB : Stok APD Mencukupi

  • Whatsapp
Ilustrasi google

MITRAPOL.com, Jakarta – Kasus pasien positif virus Corona Covid-19 di Indonesia masih terus bertambah sampai saat ini. Pada hari ini saja, ada penambahan 954 orang yang terkonfirmasi positif Corona Covid-19.

“Jumlah kasus positif 954 orang, sehingga totalnya 46.845,” ujar Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto dalam konferensi pers daring di Graha BNPB Jakarta, Senin (22/6/2020).

Dilonggarkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berdampak meningkatnya Kasus Pasien Covid-19 dimasyarakat maupun tenaga medis.

Belum lama ini ditemukan kasus 110 perawat yang terpapar covid-19 dijawa timur, berdasarkan data yang disampaikan oleh Ketua Dewan Pengurus Wilayah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Nursalam disurabaya, Senin (22/6/2020) malam.

Dari data PPNI Jatim, kata dia, Surabaya masih menempati peringkat pertama dengan 49 perawat yang terpapar Covid-19, kemudian Sidoarjo ada 9 perawat, Tulungagung 7 perawat, serta Probolinggo dan Jombang masing-masing 4 perawat.

Berikutnya di Madiun, Malang, Banyuwangi dan Sumenep masing-masing 2 perawat, lalu di Kediri terdapat 1 perawat dan di beberapa daerah lainnya.

“Salah satu penyebab terus bertambahnya perawat yang terpapar covid-19 ini adalah beban kerja yang tinggi hingga imun tubuh menurun.”ungkap Ketua DPW PPNI Jawa Timur.

Disisi lain Masyarakat Hukum Kesehatan Indonesia (MHKI) yang diwakili ketua umumnya dr. Mahesa Paranadipa Maykel Mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) berkaitan dengan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular dan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Gugatan mereka berangkat dari langka dan mahalnya alat pelindung diri (APD) selama pandemi Covid-19. Menurut pemohon, hal ini berujung pada terancamnya kesehatan para tenaga medis.

Lain lagi yang diucapkan Ketua Gugus Tugas Percepatan Covid-19 yang juga Kepala BNPB Pusat dalam Rapat kerja dengan Komisi X DPR RI ,Rabu 17 Juni 2020, Doni Mengatakan

“Alhamdulillah sekarang ini jumlah APD sudah semakin cukup bahkan sudah overcapacity,” ujar Doni dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR, Rabu (17/6).

Doni juga menjelaskan, APD di dalam negeri sudah mencukupi karena banyak industri tekstil dan rumahan membantu petugas medis membuat APD.

Kami Mitrapol.com mencoba konfirmasi langsung melalui WhatsApp dan beliau menjawab,“Saya sedang rapat di Istana, Tolong hub Pak Egy ya,” jawab Doni

Sampai berita ini diturunkan kami mencoba menghubungi staf ahli BNPB Egy Massadiah belum ada tanggapan.

Di tempat terpisah kami mencoba mengkonfirmasi pemberitaan diatas ke salah satu pengusaha muda tentang alat pelindung diri [APD] .Satrio Wibowo mengatakan,“MARI kita gotong royong untuk keterbukaan data distribusi APD, Energi Kita Indonesia mempunyai sistem transparansi akan barcode data.

APD yang kami distribusikan sebanyak 3,3 juta, sehingga rakyat kecil dipelosok Indonesia paham akan distribusi APD ke puskesmas mereka apa tidak? Sudah saatnya semua elemen masyarakat bergotong royong, karena masalah APD bukan hanya tanggung jawab BNPB, tapi seluruh kepala daerah, gubernur, pengusaha, ASN, dokter, karyawan.

Kita semua harus tangguh untuk Corona, sehingga APD adalah first safety gear equipment untuk Dokter, mari Kita terbuka dengan DATA, karena masyarakat netizen 62 juga sudah SMART, dan saya sampaikan pabrik saya punya 3 Juta APD kualitas ekspor yang tertahan karena diberhentikan sepihak oleh kemenkes, dengan alasan Audit harga tidak wajar, mari kita buka DATA, ayo masyarakat kesehatan! Kalian jangan diam! Bangkit ! bergerak!! Kita perjuangkan keadilan sosial dan Hak kita untuk para Dokter AMAN, Dokter Sehat, dan kita pasti Menang lawan Corona.

“Profit saya sangat terbuka dan bekerja sama dengan UMKM, Koperasi Dokter dan seluruh elemen yang bergotong royong, APD bukan lagi konsumsi profit , tapi Social Impact, dan circular economy,” pungkasnya.

 

 

Reporter : Fauzi

 

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *