Kepala Sekolah SMPN 002 Nunukan Selatan : Tahun ajaran ini kami hanya menerima siswa untuk 3 kelas

  • Whatsapp
Kepala SMP Negeri 2 Nunukan Selatan, Kalimantan Utara, Ismail S.pd

MITRAPOL.com, Nunukan Kaltara – Untuk pertama kalinya Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun ajaran 2020 -2021 di Kabupaten Nunukan diselenggarakan secara Online.

Hal tersebut disampaikan Kepala Sekolah Menengah Negeri (SMPN) 02 Nunukan Ismail, disela-sela kunjungan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara, H. junaidi SH.

H. Junaidi SH, bersama awak media melakukan monitoring pelaksanaan PPDB Tahun ajaran 2020-2021 dan meninjau langsung penerimaan siswa baru di SMP Negeri 2 Nunukan Selatan. Selasa (23/06/2020)

Menurut ismail S.Pd, pelaksanakan penerimaan siswa baru secara online ini pertama kali dilaksanakan, keluhan kami adalah masalah kuota yang tersedia hanya ada tiga kelas, kalau kita ambil maksimal 34 orang siswa perkelas itu kita perkirakan 102 itu maksimal siswa kalau lebih dari itu data di Dapodik itu merah.

Kemudian kendala kami saat ini, karena baru kita perkenalkan, sehingga orang tua dan wali murid masih banyak yang belum tau caranya untuk pendaftaran secara Online ini.

Oleh karena itu kami berinisiatif memandu dari sekolah jadi mereka datang ke sekolah, nanti kita pandu bagaimana cara mengupload berkas itu, sistem pembelajaran seperti ini kedepannya mudah mudahan kita bisa melaksanan sistem pembelajaran itu dengan Sistem online.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara, H. junaidi SH

Kendala kami yang lain, adalah ruang belajar yang tidak memadai, dari tahun lalu sampai sekarang kami masih meminjam ruang LAB IPA dan Ruangan Perpustakaan untuk di jadikan sebagai ruang proses belajar mengajar, Ruang perpustakaan tidak bisa kami gunakan lagi kepada anak-anak karena sudah jadi ruang belajar akhirnya anak-anak untuk belajar di perpustakaan sudah tidak ada

Kemudian LAB IPA juga demikian, untuk praktek IPA sementara ini kami tiadakan, bukannya tidak ditiadakan tapi memang ruangannya itu yang tidak ada.

Sebenarnya tahun lalu kuota kita dua kelas tapi karena jumlah peserta tahun ini membeludak, akhirnya Ruang LAB kami skat lagi, yang awalnya 1 kelas menjadi 2 kelas, kami menerim siswa baru hanya mampu menampung menerima 3 kelas.

Kendala lain dari proses PPDB adalah kurangnya Handphone, mereka hanya meminjam kepada orang tuanya dan kakaknya.

Kemudian masalah yang kedua adalah kuota internet kalau bisa nanti di anggaran BOSDA ada perubahan juknis yang akan mengatur bagaimana kuota internet bisa lebih banyak ke anak anak

Bos Rek tahun ini sudah ada kita sudah berikan kuotan interner pertama ke guru-guru untuk pembelajaran Online karena pembelajaran Online itu butuh kuota.ujar Ismail yang kurang lebi setahun jabat kepala sekolah smp negeri nunukan nunukan selatan

InsyaAllah ketika wabah ini sudah berlalu kita kembali lagi kesekolah jadi kami tetap mengharapkan adanya bantuan untuk ruangan baru untuk mengganti ruang LAB dan Perpustakaan yang saat ini di pinjam untuk proses.

Menurut Ismail sekitar 50 juta per tahun untuk itu Untuk BOSDA kalau di BOS reguler 227 juta itu di bagi tiga tahap.

Kami menggunakan anggaran ini sesuai juknis yang ada untuk BOSDA 90% rutin untuk gaji honor dan belanja pegawai 10%nya untuk ATK.

Untuk Bos Reguler itu ketentuanya memang ada dari 8 standar pendidikan nasional, jadi kami menggunakan sesuai ketentuan.

Jadi mulai dari SKRI kelulusannya sarana dan prasarana Rana kemudian ATK perkantoran di kantor. Kemudian juga di situ ada gaji tenaga hononer yang kemarin kami ambil dibawah 50% dari Anggaran BOS Reguler, pungkasnya.

 

 

Reporter : Yuspal

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *