Gagal emban amanah, LASKAR : Copot Dirut Bank Aceh Syariah

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Aceh – Lembaga Advokasi Sosial Kemasyarakatan Aceh Raya (LASKAR) kembali mengingatkan Direktur Utama Bank Aceh Syariat Haizir Sulaiman agar mepedomani apa yang disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh Nova Iriansyah, pada saat pelantikannya (Meuligoe Gubernur Aceh, Senin 8/10/2018), agar memperhatikan dan meningkatkan penyaluran pembiayaan di sektor produktif, yang hanya sebesar 10 persen dari total pembiayaan yang tersalurkan sebesar Rp12,85 triliun, per 31 Desember 2017.

Nova mengingatkan bahwa Bank Aceh Syariah adalah agent of development yang menjadi kebanggaan seluruh rakyat Aceh, meski kita sepakat dengan dengan prinsip kehati-hatian atau prudencial banking, namun beliau berpesan agar pengelolaan Bank Aceh Syariah sebagai bank pendorong pertumbuhan ekonomi Aceh, untuk terus berusaha meningkatkan pembiayaan atau penyaluran kredit ke sektor usaha produktif.

Nova juga meminta agar kinerja kepatuhan dan kinerja IT Bank Aceh Syariah ditingkatkan dan dioptimalkan, agar proses pelaksanaan strategi bisnis berjalan dengan baik. “Penerapan IT adalah sebuah keniscayaan. Modernisasi bank saat ini adalah sejauh mana kita dapat memanfaatkan IT secara optimal. “Mudah-mudahan IT menjadi catatan paling krusial dalam perbaikan Bank Aceh,” harapnya.

Secara khusus Plt. Gubernur berpesan kepada Bank Aceh Syariah paling lambat Desember 2020 sudah established atau mapan dalam penggunaan Teknologi Informasi (IT). Optimalisasi penggunaan IT di era industri 4.0, kata Nova, menjadi suatu keniscayaan. Hal itu disebut akan menjadikan Bank Aceh Syariah (BAS) mampu merebut semakin banyak konsumen, memenangkan persaingan, sehingga pada akhirnya akan menjadikan Bank Aceh Syariah sebagai leader dan bukan lagi sebagai follower.

Namun sejauh ini menurut pengamatan LASKAR Kinerja BAS masih sangat jauh dari pesan Plt. Gubernur Aceh, jangankan mampu bersaing dalam Optimalisasi IT atau Modernisasi Pelayanan Nasabah, justru secara moral saja sudah tidak bermoral dengan meremehkan PNS selaku Nasabah terbesarnya, sangat tidak manusiawi sekali jika mengatakan kualitas SDM BAS lemah, sebagaimana diberitakan Serambi Indonesia edisi 7 Agustus 2019, Haizir mengatakan selama ini budaya kerja para karyawan Bank Aceh sangat santai, terkesan semi PNS), bagaimana mau beradaptasi dengan Era 4.0, perangainya sangat buruk dengan orang yang sudah kasih makan Dia dan seluruh Karyawan Bank Aceh.

Ditambah lagi beberapa Kasus akhir-akhir ini, termasuk dengan Kasus Kredit Saudara Makmur Budiman. Dan kalau dilihat pada sektor riil juga belum nampak produktifitasnya, masih terlena dengan “Pola lama” sebagai “KAS Daerah” dengan menopang pada Kredit PNS.

Menurut LASKAR sudah tidak ada alasan lagi Plt. Gubernur untuk menunda-nunda pencopotan Dirut Bank Aceh saudara Haizir Sulaiman dari jabatanya, masih banyak SDM Bank Aceh lainnya yang lebih bermoral dan lebih profesional, apalagi dalam mempersiapkan diri menghadapi diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean atau MEA di tahun 2020, yang juga akan berdampak pada sektor perbankan, maka manajemen Bank Aceh Syariah sudah tidak punya waktu lagi dalam mempersiapkan penyesuaian-penyesuaian saat berlakunya MEA, segera Copot Dirut BAS dan lantik Dirut Baru yang memiliki integritas, bermoral dan profesional, agar dapat tercapai semua pesan Plt. Gubernur Aceh, demikian Popon mengakhiri himbauannya.

 

 

Reporter : Indra/rls

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *