Mualim dan karyawan Primkopad didakwa seludupkan rokok ilegal 2.475 slop

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan Sumut – Mualim Kapal Motor I (KM) Bintang Mulia 2, Rio Richan Buana (21) dan  Walter Maringan Purba (33) karyawan Primkopad TKBM Belawan didakwa  karena menyelundupkan rokok tanpa cukai sebanyak 2.475 slop.

Dalam persidangan  secara online di ruang Cakra-5 PN Medan, Rabu (24/6/2020) Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suheri menyebutkan, keduanya membawa rokok tanpa cukai, sehingga merugikan negara Rp 391 juta.

Awalnya, Senin (10/2/2020) Walter Maringan Purba  warga Lingkungan XIV Bagan Deli Kecamatan Medan Belawan, dan Rio Richan Buana (21) warga Jalan R Sidomulyo Kec. Medan Deli, sepakat untuk membawa rokok asal Amerika ke Medan.

Sebagai modal, Walter memberikan uang  Rp30 juta untuk membeli rokok ilegal di Batam. Kemudian Rio Richan bersama anggotanya berangkat dari Pelabuhan Belawan menuju Pelabuhan Batu Ampar Batam, dan sampai Selasa (11/2/2020) sekira pukul 07.00 WIB.

Lalu Rio membagikan uang yang dititipkan Walter kepada M Nuh Ibrahim (mualim II KM. Bintang Mulia 2) sebesar Rp6 juta dan mendapat rokok ilegal 150 slop .

Selanjutnya Ramadhan (ABK) sebesar Rp12 juta mendapat 300 slop, Suhendra ( ABK) sebesar Rp6 juta membeli 150 slop dan sisanya Rp6 juta, Rio langsung membeli 300 slop. Disebutkan, terdakwa Rio mendapatkan keuntungan Rp250 ribu perslop.

Kemudian rokok ilegal disimpan di lubang palka ditutupi terpal berwarna biru. Dua hari kemudian, Kamis (13/2/2020) sekira pukul 11.30 WIB, kapal yang dinahkodai Rio Richan lego jangkar di Pelabuhan Belawan, Medan.

Apes memang, tidak lama muncul Kapal Patroli Bea dan Cukai dan melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan KM Bintang Mulia 2.. Hasilnya, tim patroli menemukan 67 karton berisikan rokok ilegal tanpa cukai sebanyak 2.475 slop

Diperkirakan, perbuatan kedua terdakwa, merugikan negara Rp391.050.000. Kedua terdakwa
dijerat pidana Pasal 54 UU No 11 Tahun 1995 tentang Cukai diubah dengan UU No 39 Tahun 2007 junto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Hakim ketua Immanuel menunda persidangan hingga pekan depan untuk mendengar eksepsi (nota keberatan atas dakwaan jaksa) dari PH terdakwa.

 

 

Reporter: ZH

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *