Perkara 25 butir ekstasi, terdakwa keberatan terhadap dakwaan Jaksa

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan Sumut – Husen Syukri (40) warga Jalan Griya Gang Sejarah, Tanjung Morawa  Deliserdang, Sumatera Utara, merasa keberatan dengan dakwaan jaksa, terkait dengan kepemilikan 25 butir ekstasi.

Hal itu disampaikan oleh tim penasihat hukum (PH) terdakwa dalam persidangan di ruang Kartika PN Medan, Rabu (24/6/2020), dengan agenda pembacaan eksepsi (nota keberatan) terhadap dakwaan jaksa.

Tim PH terdakwa, Eilen, Armansah dan Henromi menyebutkan jika dakwaan Jaksa tidak menyampaikan fakta-fakta yang sebenarnya, tidak cermat dan kabur.

“Kami meminta kepada majelis hakim agar menerima eksepsi kami. Dan menyatakan dakwaan batal demi hukum,” ujar tim PH.

Disebutkan, M.Amin dan Tri Utari (berkas terpisah) ditangkap petugas, Rabu 4 Maret 2020, berikut barang bukti ekstasi 25 butir dengan berat bersih 7,68 gram.

Nah dalam dakwaan Husen disebutkan barang bukti narkoba jenis ekstasi sebanyak 25 butir, padahal Husen ditangkap tanggal 24 Maret 2020.

“Dakwaan jaksa jelas mengaburkan fakta. Sebab saat ditangkap petugas, tidak ada barang bukti,” jelas tim PH dalam persidangan yang dipimpin hakim ketua Safrin Batubara.

Meski demikian, tim PH mengakui jiks saat terdakwa tes urine, ditemukan urine yang mengandung narkoba.

“Kami menilai dakwaan jaksa tidak akurat dan mengaburkan fakta,” ujar Henromi , salah seorang PH terdakwa kepada awak media, usai sidang.

Perlu diketahui, dalam dakwaan JPU Candra Naibaho disebutkan, terdakwa Husen Syukri, secara tanpa hak dan melawan hukum memiliki 25 butir ekstasi dengan berat bersih 7,68 gram.

Dengan begitu terdakwa diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

 

 

Reporter: ZH

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *