Dikira dana BLT sudah cair, sekelompok warga geruduk Posko Covid-19 Kampung Nawaripi Mimika

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Timika – Warga pribumi Kampung Nawaripi, Distrik Wania Kabupaten Mimika, Papua melakukan demonstrasi. Sebab warga tersebut mengira dana bantuan langsung tunai BLT di Kampung Nawaripi sudah mencair.

Aksi geruduk itu dilakukan di Posko Covid-19 Kampung Nawaripi tepatnya di Jalan. Nawaripi Baru, Timika. pada Jumat 26 Juni 2020. Sekitar Pukul 11:00 WIT.

Tujuan dari aksi sekelompok warga pribumi suku Kamoro itu, untuk mempertanyakan keberadaan dana bantuan langsung tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa (DD) kepada kepala kampung Nawaripi Norbertus Ditubun.

Sayangnya, demonstrasi diwarnai dengan pembakaran ban bekas dan memblokade Jalan Poros Nawaripi Dalam, tepatnya di depan Posko Covid-19 Kampung Nawaripi.

Pantauan MITRAPOL, sekitar Pukul 12:00 WIT pantauan MITRAPOL, Kepala Kampung Nawaripi, Norbertus Ditubun didamoingi perangkat Desa nya menghampiri dan menemui demonstran.

Ditempat yang sama, Kapolsek Mimika Baru Polres Mimika, Kompol. Sarraju, SH didampingi anggotanya ikut hadir dan melakukan mediasi serta mengamankan jalanya aksi demonstrasi.

“Kenapa sampai sekarang belum ada dana BLT. Padahal Kampung lain mungkin mereka sudah terima tahap ke-dua saat ini,” Ujar salah satu perwakilan warga dihadapan Kades dan Kapolsek Miru.

Menurutnya, saat ini warga setempat menganggap dana BLT sudah dicairkan namun tidak ada kejelasan sama sekali.

Norbertus selaku Kades setempat kepada warga menjelaskan, sampai saat ini pihaknya belum dapat mengajukan pencairan dana BLT karena terkendala data kependudukan dari warga setempat.

“Pencairan BLT setelah KTP dan KK semua sudah terkumpul baru diajukan. Rencana hari Senin (29/6) besok sudah kita ajukan (pencarian-red),” kata Norman Ditubun.

Dihadapan warga, sang Kades menegaskan, pembagian BLT-DD diperuntukkan bagi warga yang kurang mampu dan diprioritas bagi yang belum sama sekali menerima bantuan sosial berupa sembilan bahan pokok SEMBAKO, program keluarga harapan PKH, dan bantuan sosial tunai BST.

Ditempat yang sama Kapolsek Mimika Baru (Miru) Polres Mimika. Kompol. Sarraju, SH menyatakan, dalam menyelesaikan sebuah permasalahan sebaiknya tidak dengan menggunakan cara anarkisme.

“Kedatangan kami karena ada pembakaran ban dan pemalangan jalan. Padahal bisa duduk bersama dan dipertanyakan dengan baik. Namun sampai saat ini situasi kembali kondusif dan tidak ada yang menonjol,” terang Kapolsek Kompol. Sarraju.

Ditempat yang sama, Pendamping Dana Desa (DD) Distrik Wania bernama Siti kepada MITRAPOL menyebutkan, Anggaran yang dicairkan untuk Kampung/Desa Nawaripi termasuk dana BLT terhadap 259 kepala keluarga (KK). Dicairkan dalam dua tahap. Yakni tahap pertama, (Bulan April, Mei dan Juni-red) berjumlah lebih dari 500 juta rupiah (untuk 3 bulan pertama). Untuk BLT disalurkan per kepala keluarga (KK) menerima Rp. 600 ribu.

“Untuk tahap ke-dua (Juli, Agustus dan September-red) nanti per kepala keluarga (KK) menerima 300 ribu rupiah, bukan 600ribu lagi,” terangnya.

Usai mendengarkan penjelasan dari Kepala Kampung, Warga kemudian kembali dan membersihkan bekas pembakaran ban hingga membuka blokade jalan.

 

 

Reporter : AQM

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *