Ilegal Minning dan dugaan minyak non prosedur milik Muklis Takabeya, Ujian integritas Kapolda Aceh

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Aceh – Kepolisian Daerah Aceh kembali di “desak” oleh Lembaga Advokasi Sosial Kemasyarakatan Aceh Raya (LASKAR) untuk tuntaskan permasalahan ilegal mining dan Penjualan minyak non prosedur milik Muklis Takabeya seorang Pengusaha Sukses Aceh yang juga adik dari alm.H.Saifannur mantan Bupati Bireuen.

LASKAR berulang kali menyoroti beberapa laporannya ke Polda Aceh salah satunya terkait proses illegal mining dan dugaan penyalahgunaan prosedur minyak milik Muklis Takabeya panggilan akrab untuk seorang pengusaha sukses dari Bireuen yang baru saja meluncurkan bukunya berjudul Muklis Takabeya Petarung Dari Selatan itu.

Menurut penelusuran awak media kami, jika “kicauan” dari LASKAR sangatlah beralasan dikarenakan mereka telah mengantongi beberapa bukti dan dokumentasi sewaktu dilakukan Police Line oleh pihak Polda Aceh dan dokumentasi tiba-tiba dilepasnya Police Line tersebut oleh oknum yang belum diketahui siapa yang melakukannya.

LASKAR mengklaim jika info awal mengenai illegal mining milik Muklis Takabeya tersebut berawal dari laporannya kepada teman-teman Polda Aceh di bagian Ditkrimsus yang ditanggapi dengan cepat oleh team Polda Aceh itu sehingga membuahkan hasil dengan tertangkapnya 1 unit beko dan 4 unit dum truk serta disegelnya 1 mesin minyak milik Muklis Takabeya dan team Polda Aceh telah mengamankan seluruh barang bukti tersebut di gudang milik Muklis Takabeya di daerah Cot Glungku Bireuen untuk dititipkan sementara sampai saat ini oleh Pihak Polda Aceh.
Kapolda Aceh Bapak Irjen Pol Drs.Wahyu Widada,M.Phil alumni AKPOL 1991 yang meraih predikat Adhi Makayasa, saat ditanyakan oleh awak media menjawab jika beliau tanpa beban dalam melaksanakan tugasnya untuk melakukan Penegakkan Hukum terhadap siapapun, yang salah wajib harus mempertanggung jawabkan kesalahannya di meja hukum, siapapun itu jawab Kapolda Aceh dengan tegas beberapa waktu yang lalu saat awak media menemuinya.
Penting untuk diketahui oleh masyarakat Aceh bahwa dalam hal penegakkan hukum pidana, terlepas dari penegakkan hukum yang terkait dengan proses izin yang terindikasi pada penyalahgunaan wewenang oleh pejabat negara, maka persoalan selanjutnya berfokus pada Perbuatan Pidana yang dilakukan secara langsung oleh seseorang, dan Badan Hukum yang mengambil hasil tambang tanpa disertai dengan proses izin, lalu menjual dan mendapatkan keuntungan dari perbuatan itu, berkenaan dengan illegal mining, dalam hal ini kegiatan pertambangan yang dilakukan tanpa disertai dengan izin seperti diatur dalam Pasal 158 dan beberapa pasal lainnya, Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Undang-undang Minerba).

Apa yang disebut dalam Pasal 158 dari UU Minerba :
“Setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa IUP, IPR atau IUPK dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp.10.000.000.000,- (sepuluh milyar rupiah).

Kapolda Aceh Bapak Irjen Pol Drs Wahyu Widada, M.Phil yang baru beberapa bulan bertugas Memimpin Polda Aceh ini, benar-benar di uji “integritasnya” terhadap Penegakkan Hukum atas permasalahan illegal mining dan dugaan penyimpangan minyak yang dilakukan oleh Pengusaha muda yang cukup sukses dan memiliki pergaulan yang cukup luas yaitu Muklis Takabeya, disinilah Publik akan menilai kinerja dan komitmen Kapolda Aceh terhadap apa yang telah diucapkannya yaitu bekerja tanpa beban, sesuai aturan yang berlaku atau malah sebaliknya…???

LASKAR akan terus mengawal, permasalahan illegal mining dan dugaan penyalahgunaan prosedur penjualan minyak milik Muklis Takabeya hingga sampai ke meja hijau.

Informasi yang kami dapatkan, saat ini berkasnya belum juga dilimpahkan ke Kejati Aceh sejak dilakukan penangkapan oleh team Polda Aceh pada tanggal 21/05/2020 sampai dengan berita ini dinaikkan, belum juga ada Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikkan (SPDP) nya dari pihak Polda Aceh tersebut, ada apakah…???

Akankan Kapolda Aceh Memegang Teguh Komitmennya Atas Ucapannya…???
Akankan Muklis Takabeya sekali lagi akan lolos dari jerat hukum….???
Ntah lah….Hanya Tuhanlah yang tau….!!!

 

 

Red

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *