Covid-19 Mimika terbanyak di Tembagapura. Pelaku perjalanan dari dan ke Timika tak perlu Rapid Tes asalkan…. 

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Timika – Reynold Ubra selaku Juru Bicara (Jubir) Satgas Percepatan Pengendalian Covid-19 Kabupaten Mimika, Provinsi Papua mengutarakan saat ini jumlah kasus tertinggi ada pada distrik Tembagapura. Dimana dari jumlah kumulatif kasus sebanyak 390 orang yang terinfeksi Covid-19.

Distrik Tembagapura mendulang 216 kasus. Disusul Distrik Mimika Baru dan Distrik Wani serta Distrik lainya.

Tercatat per tanggal 29 Juni 2020. Angka kumulatif berjumlah 390 kasus, diantaranya, 70 orang sedang dirawat, dan 314 orang dinyatakan sembuh serta 6 orang meninggal dunia.

Kemudian untuk jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) yang aktif tersisa 16 orang. selanjutnya orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 464 dan orang tanpa gejala (OTG) mencapai 882 orang.

“Hari ini juga Distrik Wania dari zona merah menjadi zona kuning. Dan kelurahan Dingo Narama dari zona kuning menjadi zona hijau. Saat ini zona merah hanya tersisa dua Distrik yakni Distrik Tembagapura dan Distrik Mimika Baru,” kata Reynold Ubra kepada wartawan melalui video conference yang difasilitasi Diskominfo Mimika pada Senin, (29/6).

Ubra memprediksi bahwa saat ini distrik Tembagapura menjadi penyumbang kasus terbanyak. Sehingga wilayah setempat belum bisa diterapkan tatanan kehidupan baru ditengah pandemic Covid-19 atau new normal yang direncanakan pada tanggal 2 Juli 2020 mendatang.

“Dari jumlah kasus yang ada memberikan gambaran bahwa wilayah dataran rendah timika bisa saja dapat diberlakukan new normal. Sedangkan wilayah dataran tinggi atau Tembagapura masih diperpanjang status saat ini,” terangnya.

Dirinya menuturkan, khusus terhadap pelaku perjalanan dari daerah yang berdekatan dengan Kabupaten Mimika seperti Asmat, Yahukimo, Nabire maupun lainya yang hendak berangkat dan transit di Timika. Tidak diwajibkan mengikuti pemeriksaan Rapid Tes (tes anti body) asalkan telah mengantongi surat bebas Covid-19 dari daerah asal perjalanan.

“Tidak hanya dari Kabupaten tetangga. Tapi juga daerah lainya harus memiliki surat keterangan sehat atau bebas Covid-19 dari daerah asal. Kalau tidak ada, maka diwajibkan Rapid Tes di Timika dan dikenakan biaya,” terang Reynold Ubra.

Selaku Jubir Satgas Covid-19 Mimika, Reynold Ubra menyatakan, meskipun nantinya pada tanggal 2 Juli 2020 mendatang, Kabupaten Mimika memulai tatanan kehidupan baru ditengah pandemic Covid-19. Pihaknya akan tetap melakukan tarcing kontak dan mendeteksi warga setempat untuk memastikan berakhirnya penyebaran virus Corona di Kabupaten Mimika, Papua.

 

 

Reporter : AQM

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *