Hadapi New Normal, Beliadi sarakan Pemeritah Provinsi dan Kabupate/kota lebih keras sosialisasi protokol kesehatan

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Babel — Anggota DPRD Prov. Babel sekaligus sebagai Ketua Fraksi Gerindra Babel, Beliadi, kembali meminta pemerintah kabupaten kota dan provinsi agar melakukan sosialisasi yang lebih kencang lagi kepada masyarakat di kabupaten/kota dan Provinsi. Senin (29/06/2020).

Dihubungi wartawan Mitrapol.com via WA, anggot DPRD Prov. Babel yang akrap disapa bang Beliadi ini menyapaikan pengalamannya terkait penerapan protokoler kesehatan dalam pencegahan penularan Virus Covid 19 ini.

“Saya sudah mengalami sendiri pada hari Jum’at (26/6) lalu saat melakukan perbangan dari Belitung ke Bangka, yang kita tau syaratnya cuma punya tiket dan surat kerangan sehat, ternyata selain itu masih banyak protokol yang harus diikuti dan dilaksanakan, yang kalau kita tidak mengetahui dari awal bisa ketingalan pesawat bahkan bisa batal berangkat,” ungkap Beliadi.

Lalu, Sabtu (27/6) siang saat berada di Kota Pangkal Pinang, belanja dan makan dibeberapa tempat yang ada disini. Disini saya sangat kawatir sekali, melihat prilaku masyarakatnya sehari hari.
Saya jumpai dan saya lihat sendiri di tempat-tempat makan, banyak pelayan yang tidak memakai masker, ini pegawai yang di luar, bagaimana kalau pegawai yang berada di dapur.

Begitu juga di toko toko yang saya lihat dan temui hal yang sama, para penjaga toko asik asik saja tidak memakai masker. Bagai mana mau new normal kalau pada ngeyel bigini, saya kawatir kurangnya pengumuman dan himbauan dari pemerintah kepada masyarakat akan membuat new normal ini tidak berjalan baik.

Seperti di Korea Selatan, sehari buka besok dibatalkan karena kasus Corona yang melonjak akibat masyarakatnya tidak mengikuti protokol kesehatan selama Covid 19.

Saya pikir sebelum tanggal 1 Juli 2020, Pemda Kota dan Kabupaten harus membuat aturan agar masyarakat mengikuti prosedur New Normal yang benar, misal tempat jual makanan, cafe atau toko yang penjualnya tidak menyediakan tempat cuci tangan dan tidak memakai masker diberikan sangsi tidak boleh buka atau berjualan selama berapa hari.

Terus ada tim yang menerima pengaduan dari masyarakat mau berkegiatan tidak memiliki masker menelpon suatu nomor di gugus tugas kabupaten atau kota l, lalu operator terkoneksi ke desa dusun dan Rt agar masyarakat yang mengadu tidak memiliki masker untuk berkegiatan diberi Masker.

Dan mulai hari ini borong semua media online, reklame dan media cetak untuk mensosialisasikan wajib untuk mengikuti protokole kesehatan untuk berkegiatan. Jika tidak mengikuti maka akan dikenakan sangsi diam dirumah atau tutup sementara usahanya.

Pemda setempat mengerahkan RT, RW, Kadus, Kades untuk sosialisasi kerumah-rumah menjelaskan hal ini kepada masyarakat, bukanya keras tapi ini demi keberhasilan penerapan New Normal, jika tidak jalan dengan baik, saya pesimis ini akan berhasil, pungkas Beliadi Ketua Fraksi Geridra Babel

 

 

Reporter : Serli Agus/TYS

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *