Viral perebutan Tahta Sultan Kasepuhan Cirebon, ini komentar R. Ardi Kusumah (Sam-sam)

  • Whatsapp
R. Ardi Kusumah (Sam-sam)

MITRAPOL.com, Cirebon – Viral di Medsos dan beberapa grup Whatshapp, perebutan Tahta Sultan Sepuh Cirebon, PRA. H. Arief Natadiningrat, S.E, Sultan Sepuh XIV, menanggapi hal tersebut Keraton Kesepuhan Cirebon Angkat Bicara. (28/06).

Berikut tanggapan dari Sultan Sepuh Cirebon, PRA. H. Arief Natadiningrat, SE, Sultan Sepuh XIV

Saya, Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Cirebon PRA. H. Arief Natadiningrat, S.E, hak turun temurun Kesultanan Kasepuhan Cirebon, sehubungan dengan adanya perisitiwa yang disebarluaskan tentang Keraton Kasepuhan, dengan ini kami sampaikan hal-hal sebagai berikut.

1. Bahwa Keraton Kasepuhan Cirebon, alhamdulillah sampai saat ini masih dalam kondisi kondusif, wewenang dan kendali Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Cirebon.

2. Oknum yang mengaku telah mengambil alih Keraton Kasepuhan Cirebon bukanlah orang yang berhak atas tahta Keraton Kasepuhan Cirebon, baik secara silsilah, adat istiadat serta tradisi yang berlaku secara turun temurun Kasultanan Kasepuhan Cirebon, sehingga tindakan tersebut merupakan tindakan iseng yang sangat tidak berdasar.

3. Oknum tidak berhak atas gelar Kerajaan dan BUKAN SULTAN dan bukan merupakan putra Sultan, hal mana yang berhak atas gelar Sultan harus merupakan putra Sultan, sesuai adat istiadat serta tradisi yang berlaku secara turun temurun Kesultanan di Keraton Kasepuhan Cirebon.

Sultan Sepuh Cirebon, PRA. H. Arief Natadiningrat, SE, Sultan Sepuh XIV

4. Perbuatan Oknum tersebut telah melanggar hukum, mencemarkan nama baik, masuk tanpa ijin, melakukan ancaman pembunuhan dan telah menyiarkan berita kebohongan, oleh karenanya telah melanggar UU ITE dan KUHP yang masuk ranah pidana.

5. Oleh karena itu kejadian ini layak dilaporkan secara hukum ke Kepolisian atas tindakan oknum dkk, demi tegaknya hukum dan menjaga marwah Keraton Kasepuhan Cirebon.

6. Untuk itu kami mohon doa dan dukungan dari para wargi Kesultanan, Pemerintah, aparat keamanan agar masalah yang memalukan ini dapat diselesaikan sebaik-baiknya.

Semoga Keraton Kasepuhan Cirebon sebagai bagian dari sejarah dan jatidiri bangsa tetap lestari, aman dan damai.

Hasbunallah wani’mal wakil, ni’mal maula wa ni’man nashir.

Wassalamu’alaikum wrwb.
Sultan Sepuh XIV
Keraton Kasepuhan Cirebon
PRA. H. ARIEF NATADININGRAT, SE

Sementara di tempat terpisah, salah satu keturunan Sultan Kasepuhan, R. Ardi Kusumah menanggapi kejadian tersebut mengatakan, Menindaklanjuti pernyataan dari Kakak sepupu saya PRA. Arief Natadiningrat dari berbagai media yang sudah terpublish, saya R. Ardi Kusumah (Sam-sam sapaan keluarga), semulam kami tidak mau terpublish, namun karena nurani dan marwah keluarga besar kami sudah diganggu, khususnya secara batiniah, saya pribadi merasa terusik, ujarnya. Senin (29/06).

Lanjutnya, jelek dan bagus Sultan Sepuh XIV adalah kakak sepupu saya dan disitulah Ibu saya lahir dan dibesarkan. Keraton Kesepuhanlah tempat kakek, ibu saya dibesarkan, tidak ada mereka, maka tidak ada saya.

Saya hanya berpesan, ambil hikmah dari semua ini, bahwa pentingnya silaturahmi dengan ada gangguan tadi dari upuk timur hingga yang jauh disana bergerak karena merasa terusik juga.

Maka Pandangan sikap saya (Samsam) untuk Keluarga Besar Keraton Kesepuhan Cirebon jangan terprovokasi dan mari tingkatkan silaturahmi dan kita panjatkan doa agar orang-orang tersebut segera diberi hidayah.

Dengan mengganggu ketenangan Bathiniah dan merusak marwah kita bersama serta terhadap orang-orang tersebut atau siapapun jangan coba-coba mengganggu marwah keluarga besar kami. khususnya anak dari Turaja Dince Siti Adimah beserta cucu dan cicitnya, apabila hukum adat diperlukan, kami siap tegak, luruskan demi menjaga marwah Keraton kesepuhan Cirebon dan Leluhur kami.

Wassalam, Salam Baktos, Rahayu… pungkas R. Ardi Kusumah.

 

 

Red

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *