Keluhkan hasil PPDB, Puluhan orang tua datangi DPRD Toba

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Toba –  Puluhan orang tua calon siswa SMAN (Sekolah Menengah Atas Negeri) dari beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Toba mendatangi kantor DPRD Toba guna menyampaikan aspirasi dan bentuk kekecewaan mereka atas hasil Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SLTA tahun 2020 di Kabupaten Toba.

Kedatangan dua puluh delapan orang tua dari kecamatan Silaen dan Kecamatan Balige itu diterima langsung oleh Ketua DPRD Toba Effendi Napitupulu didampingi wakil ketua Candrow Manurung bersama Komisi C DPRD Toba di ruang rapat Bapemperda DPRD Toba, Balige, Selasa (30/06/2020).

Hotdi Simanjuntak warga desa Simanobak, Kecamatan Silaen, mengaku kecewa dan menyatakan protes, pasalnya anaknya yang sebelumnya mendaftar melalui jalur zonasi ke sekolah yang terdekat dengan domisili tetapi pada tidak masuk dikarenakan zonasi.

“Kami ingin tahu gimana itu artinya zonasi? Berapa sebenarnya jarak yang diterapkan untuk jalur zonasi?”, tegasnya kepada wartawan usai pertemuan seraya berharap pengumuman hasil seleksi dapat dipampangkan.

“Kalau bisa di printlah hasilnya, darimana saja orangnya. Kami tadi diarahkan untuk mendaftar ke sekolah lain yang jarak tempuhnya sudah termasuk jauh dari rumah. Apa bisa dikasih SIM sama anak yang masih berumur 15 tahun?”, sebutnya. Pernyataan senada juga disampaikan Romantika Hutapea, didampingi beberapa orang tua lainnya.

Hal yang sama juga dikeluhkan Arifin Butar-butar, orang tua lainnya warga desa Tambunan, Kecamatan Balige yang mendaftarkan anaknya ke SMA N 1 Laguboti namun tidak lolos, mengakui kesulitan menentukan sekolah tujuan selanjutnya.

“Anak saya ke Laguboti tidak masuk, ke Balige juga tidak masuk. Jarak tempuh rumah ke sekolah di Laguboti sekitar 3 km, kalau ke Balige lebih jauh lagi. Anak saya mendaftar ke SMA 1 Laguboti, tidak masuk alasannya, jarak yang diterima itu 2.111 meter. Anak-anak maunya ke SMA bukan SMK”, terangnya dan diamini oleh Tumbur Tambunan salah satu orang tua yang berprofesi sebagai Guru di SMP N 4 Balige.

“Kesimpulannya, kami ingin agar anak kami yang tidak terdaftar supaya dapat sekolah. Janganlah sampai anak kami tidak sekolah, itulah permintaan kami selaku orang tua. Tambunan itu kan masih Kecamtan Balige, tolonglah diperhatikan agar anak kami juga dapat sekolah”, ujarnya mengakui kegagalan yang dihadapi dalam penerimaan di SMA Negeri 1 Balige.

Sebelumnya, Candrow Manurung didampingi Tomson Manurung, usai pertemuan menjelaskan pihaknya sementara menerima tuntutan masyarakat untuk selanjutnya akan dikoordinasikan bersama Kacabdis Pendidikan Prov. Sumut melalui RDP bersama perwakilan masyarakat pada esok hari Rabu (01/07/2020).

“Tuntutan mereka tadi dengan adanya sistim zonasi dan tidak adanya keterbukaan dari sini, apa mungkin karena keterbatasan informasi akan jalur penerimaan yang lain selain zona atau ketidakpahaman mereka. Makanya besok kita coba undang Kacabdis untuk dapat menjelaskan prosedurnya atau gimana keterangannya supaya masyarakat dapat mengerti. Informasinya semua yang mendaftar dari Tambunan, cuma 1 orang yang masuk, itupun jalur KIP”, terang candrow.

Tampak hadir saat menerima masyarakat , anggota DPRD Toba Henry Tambunan, Sabaruddin Tambunan dan Fauzi Sirait, Kabid Dikdas Dinas Pendidikan Toba Albert Panjaitan dan Kasat intelkam polres tobasa AKP Antony rajagukguk.

 

 

Reporter : Abdi. S

 

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *