Setelah ditelusuri, ABK asal Cirebon Jawa Barat meninggal dunia diduga karena sakit

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Cirebon – Nasib malang menimpa Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja sebagai Anak Buah Kapal (ABK) disalah satu Kapal Pelayaran milik Taiwan, setelah ditelusuri ternyata ABK tersebut adalah warga asal Desa Pegagan Lor Kecamatan Kapetakan Kabupaten Cirebon Provinsi Jawa Barat.

Korban yang diketahui bernama Akhmad Wahid Usia (20) Tahun informasi tersebut diperoleh dari teman Kerja satu Kapal yang disampaikan melalui telephone seluler Handphone kepihak Keluarga di Indonesia, mendengar berita tersebut kedua orangtua dan teman korban sontak lunglai lemes mendengar kabar tersebut karena korban adalah penopang tulang pungung Keluarga. Senin (29/06/2020).

Ibu korban merasakan kehilangan ketika mendengar berita dari teman sekerjanya yang kebetulan satu Kapal bahwa anak ibu Akhmad Wahid meninggal karena sakit, Kholipa (60) menuturkan bahwa Akhmad Wahid sebelum meninggal konon katanya mengeluh sakit yang diakibatkan sesak nafas dan keluhan ini disampaikannya kepada Kapten Kapal (Nakoda Kapal).

Namun laporan ABK tersebut tidak dihiraukan Kapten Kapal sehingga korban meninggal tak tertolong karena sudah 3 hari sakit tidak ada pertolongan Medis dari pihak Kapal diduga lalai mengabaikan laporan ABK sehingga Akhmad Wahid meninggal di Kapal, Sahut Kholipa Ibu korban saat diwawancara Mitrapol dengan nada sedih sambil meneteskan air matanya.

Sementara di rumah duka korban meninggalnya (ABK) Kapal milik Warga Negara Taiwan sedang diadakan Do’a bersama yaitu Tahlil (Tahlilan) di rumah duka dengan membaca Surat Yasin berjama’ah yang diikuti oleh Keluarga korban, teman korban dan hadir pula perangkat Desa mewakili Pemerintah Desa Pegagan Lor Juragan (Mandor) Sudiana, dirinya menyampaikan pesan dari Kepala Desa Hj. Ii fariyani S. Pd melalui Juragan (Mandor) bahwa kejadian ini adalah sudah menjadi takdir dari Alloh SWT, Keluarga yang ditinggalkannya harus kuat Iman dan semoga Ananda Akhmad Wahid Husnul Khotimah diterima Alloh SWT, kata Sudiana

Lebih lanjut Sudiana selaku perangkat Desa Pegagan Lor yang hadir saat Tahil juga menyampaikan Bela Sungkawa atas meninggalnya Pahlwan Devisa Negara Indonesia dan kami dari pihak Pemerintah Desa siap membantu untuk kepengurusan Dokumen apa saja yang diperlukan Perusahaan Penyalur Tenaga Kerja Indonesia PT. Puncak Jaya Samudra yang beralamat di Kabupaten Pemalang Jawa Tengah.

Dan saat ini Keluarga korban meninggalnya warga Desa Pegagan Lor Kecamatan Kapetakan Kabupaten Cirebon sedang meminta klarifikasi kepihak Perusahaan yang memberangkatkan sdr. Akhmad Wahid (Alm) didampingi Pemerintah Desa Pegagan Lor Juragan / Mandor Sudiana mewakili Kepala Desa Hj. Ii Fariyani S. Pd. Yang saat ini masih melakukan Mediasi dengan pihak Perusahaan di Jakarta untuk meminta pertanggungjawaban atas meninggalnya warga Desa Pegagan Lor Kecamatan Kapetakan Cirebon.

 

 

Reporter : Darto

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *