Terkesan lambat, Sekda Kota Metro : PPNS akan turun selidiki penebangan pohon di Hutan Kota Tejosari

  • Whatsapp
Nasir AT sekda Kota Metro (kiri) bersama A. Pairin Walikota Metro (kanan) saat ditemui awak media, Senin (29/6/20).

MITRAPOL.com, Metro Lampung – Terkait adanya penebangan 11 pohon jenis Alkasia yang berusia puluhan tahun di Hutan Kota Tejosari Metro oleh oknum warga beberapa waktu lalu. Akibat perbuatan tersebut ada pelanggaran dan sanksi hukum tentang RTH ( ruang terbuka hijau ).

Pemerintah Kota Metro melalui sekda menyampaikan akan menurunkan tim kelapangan guna menyelidiki permasalahan itu.

Nasir AT selaku Sekertaris Daerah Kota Metro mengatakan,bahwa terkait penebangan pohon yang ada di hutan kota Tejosari berjanji akan menyelesaikan permasalahan tersebut.

“Jadi kalau pelanggaran seperti itu,harus PPNS ( penyidik pegawai negeri sipil ) di Sat Pol PP menurunkan timnya,apapun hasilnya kita tunggu,” ungkap Nasir.

Nasir menambahkan,akan mengkaji lebih dalam permasalahan terjadinya penebangan kayu dihutan Kota Tejosari oleh oknum warga tersebut apakah ada unsur kriminal atau hal lainya.

“Kita akan lihat dulu, jangan terburu-buru dan dikit-dikit pidana. Nanti kita akan lihat apa permasalahannya,” tambah Nasir.

Sebelumnya tim media telah melakukan penelusuran dan menemui Buyung, selaku pengurus mushola Al-ikhlas Tejosari. ia tidak mengakui bahwa kayu hasil penebangan akan digunakan rehab masjid.

“Sebelumnya pak RT datang menemui saya dan ingin menyerahkan uang enam juta rupiah untuk rehap Mushola. Namun uang tersebut saya tolak dikarenakan dana tersebut tidak mungkin cukup. Saya berpendapat harusnya dilakukan rapat terlebih dahulu bersama warga lainnya untuk pembongkaran mushola,sekaligus membentuk panitia,” ungkap Buyung.

Perlu diketahui, sesuai dengan peraturan daerah dan sebagai acuan adalah Perda No.5 tahun 2016 tentang Penataan Ruang Terbuka Hijau ( RTH ) yang berbunyi dalam pasal.

Pasal 18 ( Ketentuan Larangan)
Setiap orang dilarang :
a.Melakukan alih fungsi RTH
b.Melakukan perusakan terhadap tanaman yang berada di RTH publik.
c.Melakukan perusakan terhadap elemen estetika yang berada di RTH publik.
d.Melakukan perusakan terhadap sarana,fasilitas dan utilitas yang berada di RTH publik.
e.Melakukan perusakan terhadap fungsi RTH publik.

Pasal 22 ( Ketentuan Pidana )
(1 ) Setiap orang dan badan yang melakukan pelanggaran terhadap ketentuan Pasal 18 diancam dengan sanksi pidana kurungan paling lama 3 ( tiga ) bulan atau denda paling banyak Rp.50.000.000,- ( Lima puluh juta rupiah ).

Permasalahan ini mencuat setelah sebelumnya ada laporan warga sekitar yang melaporkan kepada awak media, bahwa ada penebangan kayu dihutan kota Tejosari yang dilakukan oleh oknum warga satu bulan yang lalu.

Artinya kedepan kita akan melihat hasil penyidikan tim dari Pemerintah Kota Metro.Jika memang hasilnya di umumkan dan diketahui masyarakat ada pelanggaran Perda.Maka aturan Perda tersebut benar – benar dijalankan dan bukan sebagai simbol saja.Mengingat hasil putusan tersebut sangat penting ,sehingga bisa membuat efek jera bagi pelaku serta demi kemajuan kota Metro kedepan.

 

 

Reporter : MM

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *