Bunuh Hakim Jamaluddin secara berencana, Zuraida Hanum divonis hukuman mati

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan – Zuraida Hanum (41), divonis hukuman mati, karena terbukti bersalah sebagai otak pelaku pembunuhan berencana dan keji terhadap hakim Jamaluddin, yang notabene suaminya sendiri. Sedangkan eksekutor, Jefri Pratama (42) divonis hukuman seumur hidup dan M. Reza Pahlevi (29) divonis 20 tahun penjara.

Putusan itu, disampaikan majelis hakim diketuai Erintuah Damanik dalam persidangan teleconference (online) di ruang Cakra-8 Pengadilan Negeri Medan, Rabu (1/7/2020).

Menurut majelis hakim dalam amar putusan, ketiga terdakwa secara bersama-sama melakukan pembunuhan dengan terlebih dahulu berencana dengan membagi perannya masing-masing.

Berdasarkan fakta yang terungkap di persidangan dan keterangan saksi-saksi, ketiga terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 340 jo pasal 55 ayat-1 ke-1 KUHPidana.

Menanggi putusan hakim, terdakwa Zuraida Hanum melalui penasihat hukumnya, Onan Purba, langsung menyatakan banding. Sedangkan terdakwa Jefri Pratama melalui penasihat hukumnya, Mardi S, menyatakan pikir-pikir.

Berbeda dengan Advokat Dodi Alamsyah, penasihat hukum terdakwa M.Reza Pahlevi, yang mengaku cukup bersyukur dengan vonis 20 tahun penjara terhadap kliennya.

“Terhadap putusan itu kami menerima dan bersyukur. Kami kira cukup berkeadilan . Namun untuk banding kami menyatakan pikir-pikir,” ungkap Dodi.

Disebutkan, semula terdakwa Zuraida Hanum, isteri korban menyampaikan keluhannya kepada teman dekatnya terdakwa Jefri Pratama, tentang sifat korban yang kasar, pemarah dan sering melontarkan penghinaan serta memiliki wanita lain.

Sesudahnya keduanya sering bertemu di cafe-cafe di bilangan jalan Ringrood Medan. Hasil pertemuan itu, keduanya sepakat untuk membunuh korban. Kemudian, terdakwa Jefri menghubungi terdakwa Reza untuk membantu menghabisi korban.

Kamis 28 Nopember 2019, sekira pukul 18.55 Wib, terdakwa Zuraida menjemput Jefri  dan Reza ke Graha Johor, Medan Johor dengan menggunakan mobil Camry warna hitam No Pol. BK 78 ZH.

Kemudian keduanya dibawa Zuraida ke rumahnya di perumahan Royal Monaco Blok B No. 22 Kel. Gedung Johor Kec. Medan Johor, Medan.

Lalu, Zuraida langsung menyuruh keduanya naik ke lantai tiga, menunggu kedatangan korban. Tak perlu ditunggu, rupanya korban sudah berada di dalam rumah. Berjalan waktu, korban dan terdakwa Zuraida tidur di lantai 2.

Melihat korban sudah tidur, kira- kira pukul 01.00 Wib dinihari, Zuraida miscall Jefri dan Reza agar turun ke lantai 2, tepatnya ke kamar korban. Setelah masuk, Jefri langsung duduk di perut korban dan menutup wajah korban dengan bantal.  Reza ikut membantu menekan bantal, sedangkan Zuraida memegang kaki korban.

Selang beberapa lama korban sudah tak bergerak dan tewas. Kemudian ketiganya sepakat untuk membuang mayat korban di Perladangan Kebun Sawit di Dusun II Namo Bintang Desa Suka Dame Kec. Kutalimbaru Kab. Deli Serdang.

 

 

Reporte: ZH

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *