Terkait bisnis kopi, Dirut PT SON divonis onslag

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan Sumut – Dr Benny Hermanto JAB, MBA (65) ,Direktur PT Sari Opal Nutriton (SON) divonis onslag, karena tidak ada perbuatan pidana dalam hubungan bisnisnya dengan saksi pelapor Suryo Pranoto, Direktur Opal Coffie Indonesia (OCI).

Majelis Hakim PN Medan  diketuai Tengku Oyong,  yang bersidang di Ruang Cakra-7 secara online, Selasa (30/6/2020) menyebutkan, ada perbuatan tapi bukan merupakan tindak pidana.

“Perbuatan terdakwa memang ada tapi bukan merupakan tindak pidana. Untuk itu, melepaskan terdakwa dari tuntutan hukum,” jelas Tengku Oyong.

Disebutkan, hubungan jual beli kopi antara PT SON dan PT OCI merupakan hubungan dua perusahaan yang berbadan hukum yang tidak dapat ditanggungjawabkan secara pribadi.

Hubungan jual beli kopi antara Beny Hermanto dan Suryo Pranoto merupakan hubungan bisnis berdasarkan kesepakatan, ” hubungan bisnis keduanya bersifat perdata,” jelas hakim ketua.

Putusan majelis hakim berbeda dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Joice Sinaga yang menuntut terdakwa 3 tahun penjara, karena terbukti melakukan tindak pidana penipuan,  melanggar Pasal 378 KUHP.

Disebutkan, terdakwa berbisnis dengan korban Suryo Pranoto sejak 2016. Terdakwa merupakan pemesan kopi ke perusahaan saksi korban. Namun belakangan terdakwa menunggak pembayaran sebesar Rp356.939.000.

Untuk itu, JPU meminta kepada majelis hakim untuk menghukum terdakwa tiga tahun penjara, karena terbukti melanggar pidana penipuan 378  KUHPidana.

Sesuai dakwaan, saksi korban Suryo Pranoto dan terdakwa Benny Hermanto sudah lama menjalin kerjasama bisnis. Belakangan kedua perusahaan berbisnis jual-beli kopi.

Perusahaan terdakwa PT SON memesan kopi dari perusahaan saksi korban PT OCI. Sedangkan pembayarannya sesuai  kesepakatan dalam waktu 60 hari. Namun belakangan, meski sudah enam bulan belum.juga bayar, terdawa hanya menggunakan Purchase Order (PO)

Meski tertunggak cukup lama, terdakwa belum juga mampu  melunasi utangnya. Akhirnya, perkaranya dilaporkan ke polisi dan disidangkan di PN Medan.

Umri Fatah, selaku penasihat hukum terdakwa menilai, hakim cukup objektif dan telah memberikan putusan yang tepat, karena hubungan bisnis, tidak ada unsur pidananya.

“Kita merasa cukup adil  putusan itu. Dalam bisnis pasti ada perbuatan, tapi itu bukan pidana. kami  bersyukur dengan putusan tersebut,” ujarnya, usai sidang.

 

 

Reporter: ZH

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *