Kasat Lantas Polres Tanggamus : Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan di Jalinbar Gisting

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Tanggamus – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tanggamus membantah adanya korban jiwa meninggal dalam kecelakaan beruntun di Jalan Lintas Barat (Jalinbar) Pekon Kutodalom, Kecamatan Gisting.

Hal itu dikatakan Kasat Lantas Iptu Rudi S., SH setelah adanya informasi beredar di media sosial yang menyebut ada lima orang tewas akibat kecelakaan yang melibatkan tujuh mobil dan satu sepeda motor tersebut.

“Tidak ada korban jiwa meninggal dalam peristiwa tersebut, namun sembilan orang mengalami luka-luka dan kendaraan yang mengalami kerusakan,” kata Kasat Lantas Iptu Rudi S., SH mewakili Kapolres AKBP Oni Prasetya, SIK., Rabu (01/07).

Menurut Kasat, adapun daftar para korban lakalantas, baik yang luka atau tidak luka yang dievakuasi usai kecelakaan, meliputi Pengemudi Mitsubishi L300 nopol BE 9806 VC, nama Suwardi (60) warga Pekon Kagungan, Kec. Kota Agung Timur mengalami luka lecet pada jari tangan kanan.

Kemudian, pengemudi Daihatsu Xenia nopol BE 2273 VB, nama Ahmad Subaidi (43) warga Pekon Waluyojati, Kec Pringsewu, Kab Pringsewu tidak mengalami luka.

Penumpang kendaraan itu, Bambang Irawan (26) warga Pekon Negeri Agung, Kec Talang Padang, mengalami luka lecet jari kaki tangan.

Lalu Lira Riski (19) warga Pekon Negeri Agung, Kec. Talang Padang, tidak mengalami luka. Bilal (2 bulan) mengalami luka memar kepala belakang di rujuk ke RS Mitra Husada, Pringsewu.

Selanjutnya, Suwarni (43) warga Pekon Podorejo, Kec Pringsewu, Kab Pringsewu, tidak mengalami luka. Suparti (42) warga Pekon Way Harong, koec Bulok tidak mengalami luka.

Diah Ayu (21) warga Pekon Podorejo, Kec Pringsewu, Kab Pringsewu, tidak mengalami luka.

Pengemudi Daihatsu Grandmax BE 1636 YA, nama Irene Rika Oktaviani (28) karyawan PT SAT Bandar Lampung, jalan Mangundiprojo, Gg Iklas, Kel. Kedamaian Bandar Lampung mengalami luka memar pada kening.

Penumpang kendaraan itu yakni Bayu Widi Utama (31) karyawan IPC Pelindo Panjang, alamat jalan Mangundiprojo, Gg Iklas, Kel. Kedamaian, Bandar Lampung tidak mengalami luka.

Lalu Yesi (26) PT SAT Bandar Lampung, alamat Desa Taman Sari, Kec Gedong Tataan, Kab Pesawaran tidak mengalami luka.

Pengendara sepeda motor Honda Scopy nama Yurita (29) guru honorer, warga Pekon Negera Batin, Kec Kota Agung Barat mengalami luka lecet siku tangan kanan, luka lecet pergelangan tangan kanan dan kiri, luka lecet lutut kaki kanan dan kiri, luka lecet jempol kaki kanan.

Penumpang sepeda motor itu Desi Karmila (34) guru honorer, jalan Bumi Jaya, Pekon Terbaya, Kota Agung mengalami luka dan lecet pergelangan tangan kanan, luka lecet jari manis tangan kiri.

Pengemudi Toyota Rush nopol BE 1076 VZ (randis plat merah) nama Yadi Mulyadi (48) ASN Bappelitbang Tanggamus tidak mengalami luka.

Pengemudi Toyota Innova nopol B 2687 RL nama Saroton (48) warga Pekon Sumber Agung, Kec. Ambarawa, Kab Pringsewu tidak mengalami luka.

Penumpang kendaraan itu Hengki Satya Pasa (29) warga Pekon Gisting Atas, blok 13, Kec Gisting mengalami luka terkilir kaki kanan dan pinggang.

Lalu Mukri (50) warga Pekon Sumber Agung, Kec Ambarawa, Kab Pringsewu luka lecet pada kening.

Kesempatan itu Kasat menghimbau masyarakat agar tidak menghimbau masyarakat untuk bijak bermedia sosial dan meminta informasi resmi kepada yang berwenang.

Sebelumnya diberitakan, tujuh kendaraan terlibat kecelakaan beruntun di Jalan Lintas Barat (Jalinbar) Pekon Kotadalom Kecamatan Gisting Kabupaten Tanggamus, Rabu (01/07) pukul 09.30 Wib.

Kecelakaan diduga akibat blong rem truck fuso bermuatan karnel biji sawit diperkirakan 25 ton dari arah Kota Agung menuju Talang Padang, dengan posisi jalanan turunan.

Kendaraan itu meliputi Dump Truck Fuso B 9555 UYX, Mitsubishi L300 BE 9806 VC, Daihatsu Xenia BE 2273 VB, Sepeda Motor Honda Scopy, Daihatsu Grandmax BE 1626 YA, Toyota Rush BE 1076 VZ dan Toyota Inova B 2687 RL.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun 9 orang mengalami luka-luka dan kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan yang terjadi pada pukul 09.30 Wib tersebut mengalami kerusakan dengan taksiran Rp. 200 juta.

 

 

Reporter : Adi M/Deni Andestia

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *