Difasilitasi DPRD Toba, Siswa tidak lolos PPDB, dapat daftar di SMA/SMK Negeri yang belum memenuhi kuota

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Toba Sumut – Difasilitasi DPRD Kabupaten Toba, sejumlah perwakilan orang tua siswa yang protes akibat anak-anaknya tidak lolos saat pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) tingkat SLTA Kabupaten Toba tahun 2020 memenuhi undangan untuk mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi C DPRD Kabupaten Toba, di ruang rapat Bapemperda DPRD Toba, Balige, Rabu (01/07/2020).

Para orangtua calon siswa SLTA yang sehari sebelumnya menyampaikan aspirasi ke kantor DPRD mengikuti RDP dipimpin Ketua Komisi C Tomson Manurung bersama anggota lainnya dan dihadiri Kacabdis Pendidikan Balige Provsu Alfred Silalahi didampingi Kasi SMA Samron Simanjuntak dan Kasi SMK Anjurbin Siburian.

“Pertemuan ini sebagai lanjutan dari pertemuan kemarin perihal zonasi penerimaan siswa baru anak didik kita yang terkendala untuk melanjutkan pendidikan di tingkat SLTA dan SMK. Kemarin(30/06), masyarakat datang mengajukan aspirasi namun hasil rapat tidak ada solusi maka kita lanjutkan hari ini. Dengan kehadiran Kacabdis untuk memberi penjelasan kepada para orang tua kita karena secara teknis merupakan wewenang dari dinas pendidikan Provsu,” sebut Tomson Manurung saat membuka rapat.

Alfred Silalahi menjelaskan secara gamblang dasar penerimaan siswa yang dilakukan sesuai aturan yang berlaku dan menegaskan pendaftaran yang dilakukan saat ini secara online.

“Di masa covid ini pendaftaran secara online tidak offline. Pendaftaran melalui beberapa jalur diantaranya jalur afirmasi, jalur prestasi akademik dan non akademik, perpindahan tugas orang tua dan atau anak guru serta jalur zonasi,” terangnya.

Dari jumlah yang mendaftar sebanyak 5 ribuan, ditegaskan, tidak ada penambahan rombongan belajar (rombel) sekolah bagi siswa yang dinyatakan tidak lolos sesuai hasil pengumuman, namun dapat memilih sekolah yang masih kekurangan daya tampung dengan mengisi pendaftaran yang diantar langsung ke kantor UPT Cabdis Pendidikan Balige Provsu di desa Tambunan, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba untuk selanjutnya diusulkan ke Dinas Pendidikan Provsu.

“Kami tidak bisa menambah 1 orang saja pun karena berhubungan ke Dapodik, tidak bisa melebihi 36 orang. Jika ada penambahan, maka seluruhnya gagal. Batas maksimum hanya 36 orang per rombel”, lanjutnya menjawab pertanyaan Marolop Sinambela selaku Kepala Desa Simanobak, Kecamatan Silaen yang berharap agar dapat dilakukan penambahan rombel.

Bagaimana akses untuk jarak tempuh domisili menuju sekolah serta fasilitas pendukung bagi siswa yang memilih diluar domisili menjadi pembahasan saat sesi tanya jawab.

“Fasilitas pendukung bagi masyarakat yang memilih diluar domisili, situasi saat ini mungkin anak-anak harus kost namun untuk selanjutnya kami harus koordinasi dengan eksekutif agar para siswa dapat mengikuti pendidikan dengan akses yang memadai. Bagaimana agar terakomodir permintaan anak-anak yang ingin sekolah dengan jarak tempuh yang sangat jauh,” ujar Tomson menanggapi.

Pada kesempatan itu, anggota Komisi C yang hadir Fauzi Sirait, menyampaikan perlunya sinskronisasi antara dinas pendidikan kabupaten dengan provinsi.

Rekapitulasi kekurangan daya tampung siswa SMA/SMK Negeri pada PPDB tahun pelajaran 2020/2021 diantaranya, SMA N 1 di Kecamatan Ajibata 30 orang, Borbor (37), Laguboti (1), Lumbanjulu (86), Parmaksian (26), Pintu Pohan Meranti (28), Siantar Narumonda (1), Tampahan (71). Untuk SMK N 1 di Kecamatan Balige 65 orang, Laguboti (65), Lumban Julu (84), Sigumpar (81) dan SMK N 1 Surungan Nauli (60).

Turut hadir saat mengikuti RDP, Mutiara Panjaitan,henry tambunan dan Binsar Gultom dan selaku anggota Komisi C.

 

 

Reporter : Abdi. S

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *