Di Desa Cibungur, satu KK, Suami-Istri dapat bantuan covid-19

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Pandeglang – Pemerintah kian sigap dalam membantu meringankan beban masyarakat, khususnya bagi mereka yang terdampak virus corona (covid-19).

Pemerintah sudah memberikan beberapa jenis bantuan sosial berupa bantuan paket sembako, bantuan sosial tunai (BST) dan bantuan langsung tunai (BLT) keseluruh Indonesia sesuai tahapan.

Masih banyaknya masyarakat yang belum mendapatkan kucuran bantuan yang sudah dikucurkan pemerintah atas dampak covid-19 untuk umumnya wilayah Banten khususnya Kabupaten Pandeglang.

Menjadi sorotan dan pertanyaan besar dimana salah satu Rumah tangga yang suami /istri merupakan salah satu perangkat ketua RT,yaitu didesa Cibungur,Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Pandeglang-Banten, yang dimana dua-duanya mendapatkan bantuan dari pemerintah dari BST Pusat (istri) dan bantuan Provinsi Banten(suami).

Hasil investigasi Mitrapol.com dilapangan bahwa kejdian itu benar yang dimana salah satu perangkat rt 01/01 ini menerima bantuan untuk dampak covid-19 dari Provinsi Banten dan istrinya mendapatkan BST pusat.

Pengakuan ketua Rt 01,rw01 Cibungur Gardu desa Cibungur, membenarkan dirinya menerima bantuan dari Provinsi Banten dan istrinya mendapatkan BST dari pusat.

“Yah benar pak, saya mendapatkan dari Provinsi yang pengucurannya melalui Bank BRI, dan istri saya mendapatkan BST pusat pengucurannya melalui Kantor Pos,” terangnya saat disambangi tim Mitrapol.com dikediamannya, Kamis (2/7/20).

Yah itukan suatu rejeki pak, tambahnya, kalo masalah pengajuan awalkan saya selaku ketua RT hanya mengumpulkan fotocopy KK warga saja termasuk saya untuk diajukan desa untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah untuk dampak covid-19.

“Adapun pengajuan nama bukan dirana saya pak, sudah dirana desa, dan nama yang keluar diberikan bantuan pemerintah yang keluarkan nama istri saya,dan nama saya,saya juga gak tau yadah bererarti rejeki saya pak,” terang Ketua RT.

Suhandi selaku Kasi kepemerintahan Desa Cibungur saat disambangi diruangan kerjanya juga mengutarakan merasa bingung dan baru mengetahui dari Mitrapol.com bahwa Ketua RT mendapatkan bantuan covid-19 yaitu suami-istri.

Yah untuk pengajuan dulu itu memasukkan data adalah saya dan sekdesnya pak,dan dalam satu KK itu kita hanya masukkan satu nama saja tidak pernah memasukkan dua nama,tambahnya.

Nah saya jadi bingung,ko bisa keluar nama yang suami-istri, saya sebagai kasi kepemerintahan yang mengajukan, dalam pengajuannya hanya memasukkan satu nama dalam satu KK didesa cibungur ini sudah banyak masyarakat yang belum mendapatkan sama sekali datang bolak-balik kekantor desa untuk mempertanyakan kapan turunny, tambahnya.

Hinaan dan cacian sering saya dapatkan ucapan dari pada masyarakat, yang saya dikatakan bodohlah, sedangkan kita perangkat desa tidak boleh mendapatkan.

Padahal sebelum semuanya terkucur, baik pusat, provinsi, kabupaten dan DD semua baik RT, RW, Kadus dan perangkat desa untuk menghindari adanya seperti ini, sepakat untuk tidak adanya yang timpang tindih dan kita sepakat untuk mengharamkan hal seperti itu, tambahnya.

Sekarang untuk desa Cibungur yang belum mendapatkan bantuan ini sekitaran kurang lebih 600 sedangkan bantuan yang dari kabupaten Pandeglang saja belum kelihatan sama sekali, tutupnya.

 

 

Repoter : Suhandi/R.Siregar/Adi Manopo

 

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *